Bagi Australia, El Niño bukan hanya soal kenaikan temperatur.
Fenomena ini secara historis berkaitan dengan meningkatnya risiko kekeringan, tekanan terhadap sektor pertanian, serta potensi kebakaran hutan yang lebih besar ketika memasuki musim panas.
Baca Juga: Laporan PBB Ungkap Generasi Muda akan Menanggung Dampak Terbesar Krisis Iklim
Namun para peneliti juga mengingatkan bahwa dampaknya tetap dipengaruhi faktor iklim lain sehingga tidak selalu menghasilkan pola yang sama setiap periode.
Bagi Indonesia, dampak El Niño umumnya muncul dalam bentuk penurunan curah hujan dan perpanjangan musim kemarau.
Wilayah yang bergantung pada hujan untuk pertanian menjadi kelompok yang paling sensitif terhadap perubahan ini.
Ketika curah hujan menurun, masa tanam bergeser, debit sungai ikut berkurang, dan tekanan terhadap kebutuhan air bersih meningkat.
Kondisi tersebut juga dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah yang memiliki bentang alam gambut.
Di sektor pangan, tantangannya tidak hanya soal produksi menurun, tetapi juga menjaga stabilitas distribusi dan harga ketika cuaca mulai memengaruhi hasil panen.
Kalimantan Barat Menghadapi Ujian Berbeda
Jika sebagian wilayah Indonesia menghadapi ancaman kekeringan pertanian, Kalimantan Barat memiliki kerentanan tambahan, yaitu ekosistem gambut.
Saat kemarau berlangsung lebih panjang, kelembapan gambut menurun dan struktur tanah kehilangan kemampuan menyimpan air.
Dalam kondisi seperti itu, gambut dapat berubah menjadi material yang sangat mudah terbakar dan memicu kebakaran bawah permukaan yang sulit dipadamkan.
Risiko tersebut menjadi perhatian karena Kalimantan Barat memiliki riwayat kebakaran lahan dan kabut asap saat musim kering berlangsung ekstrem.
Wilayah seperti Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, hingga Sambas termasuk kawasan yang sangat bergantung pada stabilitas hidrologi.
Artikel Terkait
Keren, SMP di Kubu Raya Kini Punya Kurikulum Gambut dan Mangrove
Kopi Liberika, Khas Kalimantan Barat Yang Tumbuh Subur di Lahan Gambut
Kopi Gambut Sendoyan Sambas, Siap Bersaing Dengan Arabika dan Robusta
Sukses Taklukkan Lahan Gambut Dengan Komoditi Tanam Tumpangsari Melon Dan Cabe
Krisis Lingkungan Kian Kompleks, BRIN Minta Perbaikan Tata Kelola Sumber Daya Alam
Saat Gambut Mengering, Ketahanan Pangan Nasional Diuji dari Kalimantan Barat