Purbaya: Potensi Pendapatan Negara Hilang Akibat Under Invoicing

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 24 Mei 2026 | 19:40 WIB
Menyoroti penuturan Menkeu Purbaya terkait kasus ekspor sawit dan batu bara terkait dugaan pemalsuan dokumen hingga kecurangan harga. (Dok. Instagram.com/@menkeuri - DLHPKP)
Menyoroti penuturan Menkeu Purbaya terkait kasus ekspor sawit dan batu bara terkait dugaan pemalsuan dokumen hingga kecurangan harga. (Dok. Instagram.com/@menkeuri - DLHPKP)

“Jadi kapalnya sih langsung dari Indonesia ke Amerika misalnya, tapi kertasnya dimainkan di Singapura,” ungkapnya.

Menurut Purbaya, rata-rata harga barang di negara tujuan mencapai dua kali lipat dibanding harga ekspor yang tercatat dari Indonesia ke Singapura.

“Dari kasus setiap perusahaan itu, rata-rata harga di Amerika atau di tujuan, dibanding harga yang kita jual dari sini ke Singapura, itu 2 kalinya,” jelasnya.

“Dari situ saya sudah rugikan setengah dari potensi pendapatan saya. Jadi kementerian keuangan saya rugi,” tambah Purbaya.

Baca Juga: Eks Jurnalis INews Beberkan Dugaan Kekerasan Militer Israel

Tak hanya di sektor kelapa sawit, pola serupa juga disebut ditemukan dalam ekspor batu bara ke India.

“Sama juga yang produk ekspor batu bara ke India juga ada kita temukan kasus seperti itu,” bebernya.

Kasus ini kini memicu sorotan publik terkait pengawasan tata kelola ekspor sumber daya alam serta potensi kerugian negara akibat manipulasi nilai ekspor dan transfer pricing lintas negara.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X