Wamenhut Ajak Mahasiswa Kehutanan Turun Langsung Selamatkan Hutan Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 18 Mei 2026 | 14:39 WIB
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mendorong model konservasi berbasis masyarakat seperti yang diterapkan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.  (kehutanan.go.id)
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mendorong model konservasi berbasis masyarakat seperti yang diterapkan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (kehutanan.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI di Universitas Tanjungpura, Pontianak, menjadi momentum penting untuk menegaskan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, mengingatkan mahasiswa kehutanan agar tidak hanya fokus pada teori di ruang kuliah, tetapi juga hadir langsung di tengah persoalan lingkungan dan kehutanan.

Baca Juga: Ria Norsan Rombak 206 Pejabat Pemprov Kalbar, Kinerja Buruk Terancam Dicopot

Menurut Rohmat, mahasiswa kehutanan merupakan calon rimbawan masa depan yang harus dibentuk menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan sektor kehutanan yang terus berkembang.

Ia menilai organisasi mahasiswa seperti Sylva Indonesia memiliki peran besar dalam mencetak sumber daya manusia kehutanan yang berkualitas dan inovatif.

Pemerintah, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, dinas kehutanan, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa agar mampu terlibat dalam berbagai program kehutanan berkelanjutan.

Baca Juga: Literasi Jadi Fondasi Peradaban Dayak, Ini Pesan Yansen TP di Sekadau

Mahasiswa dinilai dapat berkontribusi dalam banyak bidang, mulai dari pendampingan perhutanan sosial, rehabilitasi kawasan hutan, konservasi lingkungan, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam pidatonya, Rohmat juga menyoroti komitmen pemerintah pusat terhadap perlindungan kawasan hutan.

Salah satunya melalui pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menindak aktivitas ilegal di kawasan hutan.

Ia optimistis langkah tersebut dapat membantu menekan laju deforestasi sekaligus memperkuat pengelolaan hutan nasional.

Baca Juga: Cornelis Tegaskan Literasi Politik Kunci Dayak Jadi Tuan di Tanah Sendiri

Selain itu, pemerintah juga berencana menambah jumlah polisi kehutanan untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan hingga ke tingkat lapangan.

Rohmat turut menyinggung percepatan pengakuan hutan adat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB
X