PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI di Universitas Tanjungpura, Pontianak, menjadi momentum penting untuk menegaskan peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, mengingatkan mahasiswa kehutanan agar tidak hanya fokus pada teori di ruang kuliah, tetapi juga hadir langsung di tengah persoalan lingkungan dan kehutanan.
Baca Juga: Ria Norsan Rombak 206 Pejabat Pemprov Kalbar, Kinerja Buruk Terancam Dicopot
Menurut Rohmat, mahasiswa kehutanan merupakan calon rimbawan masa depan yang harus dibentuk menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan sektor kehutanan yang terus berkembang.
Ia menilai organisasi mahasiswa seperti Sylva Indonesia memiliki peran besar dalam mencetak sumber daya manusia kehutanan yang berkualitas dan inovatif.
Pemerintah, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, dinas kehutanan, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa agar mampu terlibat dalam berbagai program kehutanan berkelanjutan.
Baca Juga: Literasi Jadi Fondasi Peradaban Dayak, Ini Pesan Yansen TP di Sekadau
Mahasiswa dinilai dapat berkontribusi dalam banyak bidang, mulai dari pendampingan perhutanan sosial, rehabilitasi kawasan hutan, konservasi lingkungan, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pidatonya, Rohmat juga menyoroti komitmen pemerintah pusat terhadap perlindungan kawasan hutan.
Salah satunya melalui pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menindak aktivitas ilegal di kawasan hutan.
Ia optimistis langkah tersebut dapat membantu menekan laju deforestasi sekaligus memperkuat pengelolaan hutan nasional.
Baca Juga: Cornelis Tegaskan Literasi Politik Kunci Dayak Jadi Tuan di Tanah Sendiri
Selain itu, pemerintah juga berencana menambah jumlah polisi kehutanan untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan hingga ke tingkat lapangan.
Rohmat turut menyinggung percepatan pengakuan hutan adat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Artikel Terkait
Dukungan Alumni Mengalir ke Suib, Calon Ketua Umum IKA FISIP Untan 2025-2029
Syarif Ishak Almutahar, Calon Ketua Umum IKA FISIP Untan, Berjanji Bawa Perubahan
Bantu Warga Dusun Sungai Soga, Mahasiswa Program Magister FISIP Untan Salurkan Tangki Air 1.050 Liter
Gamaska UNTAN Berlantun di Bagatung Landak, Aksi Sosial untuk Masyarakat
Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Komplek Untan Pontianak
Pemkot - Untan Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Lewat Pembaruan MoU