Helikopter Jatuh di Perbukitan, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 18 April 2026 | 23:30 WIB
Menyoroti insiden kecelakaan Helikopter PK-CFX yang dilaporkan terjatuh di kawasan perbukitan Sanggau, Kalimantan Barat. (Dok. Instagram.com/@kalbarkeras.id)
Menyoroti insiden kecelakaan Helikopter PK-CFX yang dilaporkan terjatuh di kawasan perbukitan Sanggau, Kalimantan Barat. (Dok. Instagram.com/@kalbarkeras.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, SEKADAU -- Linimasa media sosial dihebohkan dengan insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX di wilayah Kalimantan Barat pada Kamis (16/4/2026). 

Helikopter tersebut sebelumnya lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Namun, dalam perjalanannya, pesawat itu dilaporkan hilang kontak.

Baca Juga: Sempat Viral dan Memanas, Konflik Ortu Siswa dan Admin MBG Berakhir Damai

Dalam unggahan akun Instagram @kalbarkeras.id pada Jumat (17/4/2026), disebutkan bahwa helikopter tersebut akhirnya ditemukan di kawasan perbukitan Kecamatan Nanga Taman, Sekadau.

"Helikopter hilang kontak ditemukan jatuh di Sekadau-Kalbar, evakuasi terkendala lokasi ekstrem," tulis postingan tersebut.

Setelah pencarian intensif, seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang, termasuk pilot, dipastikan meninggal dunia. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis karena medan yang sulit dijangkau.

Kepala Kantor SAR Kelas A Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa lokasi jatuhnya helikopter berada di area perbukitan sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dalam proses evakuasi.

"Proses evakuasi dimulai dengan pengangkatan korban dari puing-puing helikopter yang berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB," kata Junetra dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.

"Selanjutnya, tim melaksanakan penurunan korban dari lokasi puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR Gabungan," tambahnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya harus berjibaku sejak hari pertama pencarian untuk mengevakuasi seluruh korban.

Junetra menuturkan, proses penurunan jenazah dari lokasi kejadian ke posko lapangan baru rampung pada Jumat sekitar pukul 05.00 WIB.

Tak lama berselang, tepat pukul 05.52 WIB, seluruh korban dimasukkan ke dalam ambulans yang telah disiapkan untuk proses evakuasi lanjutan.

Baca Juga: Skandal Teater Mahasiswa Universiti Malaya di Malaysia, Menteri Turun Tangan

Sebanyak delapan unit ambulans dikerahkan guna mempercepat pemindahan jenazah ke fasilitas kesehatan. Sebelum dibawa ke rumah sakit, jenazah korban sempat disemayamkan di Markas Yonif 642/Kapuas Sanggau sebagai titik transit.

"Estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 30 menit, dengan perkiraan tiba pukul 08.30 WIB,” tandas Junetra.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X