Longsor Beruntun di Sibolga, BNPB Turunkan Helikopter Besar untuk Operasi Darurat

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 28 November 2025 | 10:32 WIB
Jembatan terputus akibat banjir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.  (Dok. BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)
Jembatan terputus akibat banjir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Dok. BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

PONTIANAKGLOBE.COM, SIBOLGA -- Cuaca ekstrem melanda empat wilayah di Sumatera Utara, yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan pada 24–25 November 2025. Hujan deras yang berlangsung lama memicu banjir bandang dan tanah longsor yang memutus sejumlah akses antarwilayah.

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah segera membuka jalur yang terputus agar konektivitas antar daerah kembali normal. Ia menyebut beberapa titik yang saat ini dalam penanganan berada di kawasan penghubung Sibolga, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

“Tentunya pertama adalah membuka akses, karena banyak titik-titik di jalan antara Sibolga ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan terputus termasuk ke Tarutung ini yang akan dibuka dalam waktu satu hingga dua hari ini,” kata Suharyanto dalam keterangannya saat mengunjungi Lumajang, Jawa Timur pada Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga: Bahlil Tegas! Penambangan Tanpa Izin di Morowali Siap Diproses Hukum

Suharyanto menjelaskan bahwa jalur udara akan dimaksimalkan untuk mendukung percepatan evakuasi, mengingat sejumlah akses darat tidak dapat dilalui. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan kondisi cuaca sementara di daerah terdampak.

“Saya akan menggeser satu pesawat helikopter airbus yang cukup besar untuk membantu evakuasi menjaga transportasi dan mengirimkan satu pesawat fixed-wings jenis caravan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” imbuhnya.

Laporan sementara yang diterima Pusdalops BNPB hingga Rabu pagi (26/11) menunjukkan banjir dan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur lebih dari dua hari. Beredar di media sosial rekaman banjir yang membawa material lumpur, kayu, puing bangunan serta menyeret kendaraan dan menerjang rumah warga.

Daerah terdampak banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara; Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan; serta Pasar Belakang dan Pasar Baru di Kecamatan Sibolga Kota.

Sementara untuk longsor, wilayah yang terkena dampak mencakup Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara; kemudian Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan; serta Pancuran Bambu, Pancuran Dewa dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas. Di Kecamatan Sibolga Kota, longsor juga terjadi di Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak.

BPBD Tapanuli Tengah bersama tim gabungan telah mendirikan tenda pengungsian dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga. Pendataan jumlah warga terdampak masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah kaji cepat lanjutan.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan bahwa banjir dan longsor turut mengganggu layanan telekomunikasi di tiga wilayah, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.

Baca Juga: Tangis Umat Mengiringi Kepergian RD Fidelis Sajimin! Pastor Teladan dari Kuasi Paroki Capkala Berpulang Mendadak

Komdigi melaporkan terdapat 495 site telekomunikasi yang tidak berfungsi atau sekitar 1,42 persen dari total site di Provinsi Sumatera Utara.

“Site yang terdampak dan mengalami gangguan (down) disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi,” tulis keterangan dari Komdigi pada Kamis, 27 November 2025.

Komdigi menyebut operator seluler telah melakukan routing jaringan ke titik-titik yang masih terlayani sambil menunggu proses verifikasi dan pengecekan lebih lanjut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X