Update Banjir Bandang Terjang Nduga Papua, 15 Orang Tewas dan 8 Masih Hilang

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 5 November 2025 | 10:48 WIB
Tim gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, usai hujan deras memicu luapan sungai di dua distrik. (Dok. BPBD Kabupaten Nduga)
Tim gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, usai hujan deras memicu luapan sungai di dua distrik. (Dok. BPBD Kabupaten Nduga)

PONTIANAKGLOBE.CO, NDUGA, PAPUA PEGUNUNGAN -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru pencarian korban banjir bandang di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa (4/11/2025) pukul 18.55 WIB.

“Sebanyak 15 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 8 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan di Kampung Yuguru, Distrik Meborok,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Banjir Bandang di Jawa Tengah: 23 Desa Terendam, 7 Desa Grobogan Terisolasi

Banjir bandang melanda dua distrik di Nduga pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 17.00 waktu setempat, dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu.

Sebelumnya, BNPB juga mencatat total korban hilang mencapai 23 orang, terdiri dari 15 warga di Distrik Dal dan 8 warga di Distrik Yuguru.

Sejumlah korban diduga terseret arus deras saat berusaha menyeberangi Sungai Papan.

BPBD Kabupaten Nduga masih terus memperbarui data dampak bencana dan melanjutkan proses pencarian serta evakuasi warga terdampak di Kampung Dal dan Kampung Silan.

Baca Juga: Setelah Turun Salju Pertama Kali, Kini Arab Saudi Dilanda Banjir Bandang, Begini Kondisinya Terkini

Berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem periode 4–6 November 2025, wilayah Papua Pegunungan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

“Masyarakat diimbau segera mengungsi ke lokasi aman jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan selalu mengikuti informasi resmi dari aparat setempat,” ujar Muhari.

Baca Juga: Banjir Bandang Melanda Kuala Behe Kabupaten Landak, Satu Remaja Meninggal Dunia

Selain itu, wilayah Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, Kabupaten Sorong, dan Kota Sorong, juga diperkirakan mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada hari yang sama.

BNPB menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah dengan langkah pencegahan dan mitigasi, termasuk penyebaran informasi peringatan dini serta evakuasi warga berisiko tinggi. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: infopublik.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X