Hilang Kontak Berujung Duka, Ini Kronologi Jatuhnya Helikopter PK-CFX

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 18 April 2026 | 23:04 WIB
Proses evakuasi Helikopter PK-CFX yang jatuh di Sekadau, Kalbar. (Dok. Instagram/andreli_48 - pmiprovkalbar)
Proses evakuasi Helikopter PK-CFX yang jatuh di Sekadau, Kalbar. (Dok. Instagram/andreli_48 - pmiprovkalbar)

PONTIANAKGLOBE.COM, SEKADAU -- Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, akhirnya ditemukan jatuh di wilayah Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis (16/4/2026).

Seluruh korban yang berjumlah delapan orang, terdiri dari kru dan penumpang, telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi berlangsung hingga Jumat pagi (17/4/2026). 

Evakuasi dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama, lima korban berhasil dievakuasi, sementara tiga korban lainnya baru dapat dikeluarkan dari badan helikopter pada keesokan harinya.

Baca Juga: Perempuan, Perbatasan, dan Prestasi: Kisah Li Claudia di KWP Awards 2026

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Zainal Abidin, menyebut proses evakuasi mengalami kendala karena medan yang sulit dijangkau. Lokasi jatuhnya helikopter berada di area perbukitan terjal, dan tiga korban terakhir ditemukan dalam kondisi terjepit.

Tim SAR Gabungan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dari kaki bukit hingga turun, tim PMI evakuasi membawa korban jenazah dengan ambulans,” tulis PMI Kalimantan Barat pada Jumat, 17 April 2026.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta PMI terlibat dalam proses evakuasi.

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya helikopter, seluruh jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans sebelum diterbangkan ke Pontianak dengan helikopter untuk penanganan lebih lanjut.

“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dari 3 bukit menuju lokasi evakuasi ambulans. Seluruh korban langsung diberangkatkan ke Pontianak untuk penanganan lebih lanjut dari ambulans ke helikopter,” terangnya.

Helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Kamis siang di wilayah yang sama. Tim SAR kemudian langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan helikopter Super Puma serta tim darat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat karena kondisi medan yang sulit.

Baca Juga: Ayam MBG Masih Berbulu, Balasan Admin SPPG Tambahrejo Justru Bikin Geram

Dari hasil pemantauan udara, serpihan helikopter akhirnya ditemukan di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti, yang kemudian mengarah pada lokasi jatuhnya badan pesawat.

Adapun daftar korban yang telah berhasil dievakuasi terdiri dari pilot, kopilot, serta enam penumpang, yakni Marindra (pilot), Harun Arasyid (kopilot), Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito, yang seluruhnya berasal dari Pontianak.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X