Curug Gomblang Mendadak Deras, Wisatawan Nyaris Hanyut

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 11 April 2026 | 20:56 WIB
Wisatawan terjebak di Curug Gomblang, Banyumas saat tiba-tiba debit air meningkat. (Dok. TikTok/mld.filter)
Wisatawan terjebak di Curug Gomblang, Banyumas saat tiba-tiba debit air meningkat. (Dok. TikTok/mld.filter)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANYUMAS -- Video dua wisatawan yang terjebak derasnya arus di Curug Gomblang, Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah viral di media sosial pada Jumat (10/4/2026).

Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua orang berdiri di atas batu di tengah aliran sungai yang tiba-tiba berubah deras dan berwarna coklat akibat peningkatan debit air.

“Tidak bisa terevakuasi guys, aduh Ya Allah kasihan banget,” ujar perekam video.

Baca Juga: Amerika Serikat dan Mitra ASEAN Memperdalam Kerja Sama untuk Memerangi Perdagangan Gelap Benda Cagar Budaya

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik, terlebih video tersebut telah ditonton jutaan kali dan memicu kekhawatiran warganet.

Beruntung, proses evakuasi berhasil dilakukan oleh petugas di lokasi wisata. Informasi tersebut disampaikan melalui kolom komentar oleh akun yang mengaku sebagai pengelola setempat.

“Alhamdulillah untuk pengunjung aman dan tidak ada luka serius hanya sedikit trauma,” tulisnya.

“Diimbau kepada semua pengunjung yang mau ke lokasi wisata alam untuk selalu memperhatikan keselamatan dan tanda tanda alam karena kejadian seperti ini sering terjadi secara tiba-tiba,” lanjutnya.

Di sisi lain, muncul pertanyaan dari warganet mengapa kedua wisatawan tersebut tidak segera menepi, meskipun dalam video terlihat beberapa bagian aliran air tampak lebih tenang.

Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap berada di atas batu merupakan arahan tim evakuasi sambil menunggu peralatan.

“Kenapa mereka masih stay di titik itu karena dari tim kami sudah berada di lokasi sembari menunggu evakuasi dan peralatan yang sedang diambil,” jelasnya.

“Untuk waktu 10-15 menit masih bisa kami pastikan tidak ada tambahan debit air dan untuk peralatan tidak sampai menunggu waktu lama sudah sampai ke lokasi,” lanjutnya.

Baca Juga: CDC AS dan Pemerintah Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Flu Burung melalui Simulasi Bersama di Sumatera Selatan

Kondisi air yang keruh dan arus yang kuat menjadi pertimbangan utama. Meski terlihat tidak terlalu deras di kamera, situasi sebenarnya jauh lebih berbahaya.

“Yang terlihat memang seperti belum deras, tapi ketika melihat aslinya debit air sudah sangat besar dan kencang arusnya,” paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X