CDC AS dan Pemerintah Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Flu Burung melalui Simulasi Bersama di Sumatera Selatan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 11 April 2026 | 20:13 WIB
Latihan simulasi flu burung di Sumatera Selatan memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor dalam mendeteksi dan merespons ancaman penyakit menular secara cepat dan efektif. (Pontianak Globe/ U.S. Consulate Medan)
Latihan simulasi flu burung di Sumatera Selatan memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor dalam mendeteksi dan merespons ancaman penyakit menular secara cepat dan efektif. (Pontianak Globe/ U.S. Consulate Medan)

PONTIANAKGLOBE.COM, PALEMBANG -- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melalui mitra pelaksana program, Health Security Partners, menyelesaikan latihan simulasi selama empat hari di Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–10 April di Palembang ini bertujuan memperkuat kapasitas Tim Reaksi Cepat di tingkat kabupaten dan provinsi dalam menghadapi flu burung serta ancaman penyakit menular lainnya.

Baca Juga: Misi AS untuk Indonesia Akhiri Rangkaian Pertama ´Freedom 250 Roadshow´, Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika

Latihan ini mempertemukan CDC dengan berbagai instansi kunci pemerintah Indonesia guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respons bilateral terhadap potensi wabah.

Kegiatan kolaboratif ini dikoordinasikan bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

Sinergi lintas sektor ini mencerminkan pentingnya pendekatan terpadu dalam pengawasan dan respons penyakit yang efektif.

CDC secara global bekerja sama dengan berbagai negara untuk memperkuat kapasitas dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman penyakit menular, sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat dunia.

Spesialis Kesehatan Masyarakat CDC, Yenny Tju, menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi dan persiapan lintas sektor dalam menghadapi wabah penyakit pernapasan berisiko tinggi. Pembentukan Tim Reaksi Cepat memungkinkan kita memitigasi dampak wabah saat terjadi. Penyakit tidak mengenal batas, sehingga kita harus selalu selangkah lebih maju di dunia yang saling terhubung,” ujarnya.

Baca Juga: Rumah Dirobohkan Saat Proses Cerai di Pati, Diduga Dipicu Konflik dan Lamaran Baru

Kasus flu burung yang baru-baru ini terdeteksi pada manusia di Kamboja menegaskan pentingnya sistem surveilans yang kuat untuk memantau lingkungan dan mendeteksi potensi wabah secara dini.

Virus ini masih menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi populasi unggas tetapi juga bagi kesehatan manusia di kawasan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut.

“Kami berterima kasih kepada CDC atas dukungan teknis, pelatihan, dan kolaborasi dalam upaya pencegahan penyakit zoonosis ini,” ujarnya.

Sementara itu, Elly Puspasari Lubis dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menegaskan urgensi kesiapsiagaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X