Kunjungi Pengungsian Korban Banjir di Aceh, Cinta Laura Soroti Keteguhan Anak-anak

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 19 Februari 2026 | 07:55 WIB
Mengintip cerita artis, Cinta Laura terkait pengalamannya bertemu dengan para korban bencana di Aceh. (Dok. Instagram.com/@claurakiehl)
Mengintip cerita artis, Cinta Laura terkait pengalamannya bertemu dengan para korban bencana di Aceh. (Dok. Instagram.com/@claurakiehl)

PONTIANAKGLOBE.COM, BIREUEN -- Cinta Laura Kiehl membagikan pengalamannya saat bertemu para korban banjir bandang di Aceh yang terjadi pada akhir November 2025. Bencana tersebut memaksa banyak warga mengungsi setelah rumah mereka rusak dan permukiman dipenuhi lumpur.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, Cinta Laura menyempatkan diri menyapa dan memeluk anak-anak yang terdampak bencana. Momen itu ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya @claurakiehl pada Rabu (18/2/2026).

"Aku bertemu anak-anak yang kehilangan tempat tinggal, yang belajar di dalam tenda tanpa meja, tanpa listrik, tanpa buku yang layak," ungkapnya.

Baca Juga: HP Retak dan Dijambret, Driver Ojol Tetap Cari Nafkah

Ia juga menggambarkan kondisi para pengungsi yang harus berbagi ruang tinggal di tenda darurat. Anak-anak dan keluarga mereka tidur berdampingan serta menggunakan fasilitas terbatas secara bersama-sama.

"Anak-anak yang tidur berdampingan dengan keluarga lain, berbagi kamar mandi dengan banyak orang," tuturnya.

"Dan bangun setiap hari menghadapi lumpur yang mengotori tenda dimana mereka tinggal saat hujan," imbuhnya.

Di balik keterbatasan tersebut, Cinta Laura mengaku tersentuh oleh keteguhan hati para korban, terutama anak-anak yang tetap menunjukkan semangat.

"Mereka tetap tertawa, bermain dan memiliki semangat untuk berjuang," katanya.

"Aku sangat terharu dengan ketangguhan anak-anak ini dan orangtuanya. Itulah keteguhan yang sejati," tegasnya.

Baca Juga: IFG Gandeng FSDC Hong Kong Perkuat Tata Kelola Investasi

Pertemuan itu menjadi pengingat baginya tentang makna rasa syukur. Ia menilai banyak hal yang kerap dianggap sebagai ketidaknyamanan, ternyata merupakan kemewahan bagi orang lain yang tengah menghadapi situasi sulit.

"Hari-hari seperti ini mengingatkan saya: apa yang kita sebut ketidaknyamanan adalah kemewahan bagi orang lain," jelasnya.

"Rasa syukur seharusnya bukan sesuatu yang terjadi sesekali, melainkan sebuah kebiasaan yang dilakukan sehari-hari," tandasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X