Kebakaran Gelondongan Kayu Sisa Banjir Gegerkan Warga Aceh Utara

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 15 Februari 2026 | 16:29 WIB
Kebakaran di tumpukan kayu gelondongan di Geudumbak, Aceh Utara. (Dok. Instagram/abdulhakimtop)
Kebakaran di tumpukan kayu gelondongan di Geudumbak, Aceh Utara. (Dok. Instagram/abdulhakimtop)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH UTARA -- Kebakaran terjadi di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu dini hari (14/2/2026). Api muncul di area tumpukan kayu gelondongan yang sebelumnya terbawa banjir pada 26 November 2025.

Peristiwa tersebut turut dibagikan oleh artis Adhin Abdul Hakim melalui akun Instagram @abdulhakimtop saat berada di lokasi.

“00.23 WIB, 14 Februari 2026, semoga lekas padam semua. Doakan,” tulis artis Adhin Abdul Hakim dalam unggahannya di akun Instagram @abdulhakimtop.

Baca Juga: Akses ke SDN 4 Pandanharum Rusak Parah, Seorang Guru Curhat di Medsos

Dalam video yang diunggahnya, Adhin menjelaskan kondisi cuaca di wilayah Aceh Utara yang sedang mengalami musim kemarau dengan suhu panas dan lingkungan yang kering.

“Jadi, gue udah mau tidur, tau-tau beberapa ratus meter dari tenda ada kebakaran di bongkahan kayu ini. Mungkin 100 atau 200 meter lah, di gelondongan kayu,” ucapnya.

“Memang di sini tuh kemarau banget, kering semua, udah nggak lama nggak hujan. Lumayan gede apinya,” imbuhnya sambil menunjukkan api yang berkobar.

Api yang membesar membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian. Dari rekaman video terlihat kerumunan masyarakat menyaksikan proses pemadaman yang dilakukan secara manual.

“Kebakaran di gelondongan kayu, warga udah rame banget. Keliatan apinya dari tenda gue tidur,” paparnya.

Baca Juga: Siang Bolong di Jalan Pramuka, Dugaan Pelecehan Anak Bikin Yogyakarta Geger

“Pantesan warga ramai banget tuh ada apa gitu. Ini kalau dibiarin bisa kebakaran semua ini satu kampung,” tuturnya lagi.

Beberapa orang tampak berusaha memadamkan api menggunakan selang air, termasuk seseorang yang mengenakan seragam TNI yang ikut membantu proses pemadaman.

Sebelumnya, warga setempat juga menghadapi dampak lain pascabanjir, yakni debu dari sedimen lumpur yang mengering akibat cuaca panas. Debu tersebut kerap beterbangan saat kendaraan melintas maupun ketika warga beraktivitas, sehingga berpotensi memicu gangguan pernapasan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X