Kayu Gelondongan Hantam Pemukiman, BNPB Kirim 100 Senso untuk Bongkar Kerusakan di Tapsel

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 1 Desember 2025 | 13:12 WIB
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang.  (Dok. Instagram/sumutnusantara)
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang. (Dok. Instagram/sumutnusantara)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan perkembangan terbaru mengenai penanganan pascabanjir di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.

Ketiga wilayah tersebut menjadi fokus utama pendistribusian bantuan karena akses yang masih sulit ditembus, sehingga tim gabungan mengalami kendala mengirimkan logistik kepada warga.

“Kalau di Sumatera Utara, per hari ini saya bisa menyampaikan bahwa yang masih belum bagus adalah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers pada Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga: Bobby Nasution Buka Suara: Warga Tak Salah 100 Persen, Mereka Sudah Berhari-hari Tak Makan

Ia menjelaskan bahwa kondisi masyarakat di Tapanuli Selatan perlahan mulai membaik karena akses jalur darat kembali dapat dilalui. Perbaikan itu turut didukung dengan pulihnya listrik, pasokan BBM, dan jaringan telekomunikasi meski belum stabil.

“Alat telekomunikasi di beberapa titik walaupun belum lancar, tidak harus menggunakan Starlink bisa berkomunikasi dengan dunia luar,” katanya.

Dari sisi dampak bencana, dua desa di Tapanuli Selatan mengalami kerusakan berat akibat hantaman kayu gelondongan besar yang terbawa arus banjir.

“Rusak berat banyak di Tapanuli Selatan, ada dua desa yang mungkin pernah muncul di video itu kayu-kayu gelondongan besar segala macam, ternyata itu di Tapanuli Selatan,” ucapnya.

BNPB berjanji mengirim 100 senso untuk memotong kayu-kayu besar tersebut serta menurunkan alat berat guna mempercepat pembersihan lingkungan.

Pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu hingga kondisi benar-benar pulih.

Sementara itu, bantuan untuk Tapanuli Tengah dan Sibolga telah dikirim melalui jalur laut, termasuk 100 ton logistik, beras, mie instan, toilet portabel, alat penjernih air, dan dapur umum.

Baca Juga: Kebakaran Mematikan di Hong Kong: 9 WNI Tewas, KJRI Bergerak Cepat

Suharyanto menyebut komunikasi di Tapanuli Tengah mulai berfungsi meski terbatas, dibantu pemasangan perangkat Starlink di lokasi pengungsian.

Permasalahan listrik masih menjadi kendala besar karena banyak tower dan gardu PLN yang roboh.

“PLN minta satu unit helikopter untuk masuk ke Sibolga dan Tapanuli Tengah, sehingga diharapkan listrik segera normal,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X