Sisa Kayu dan Lumpur Jadi Hambatan, Relawan Tetap Bergerak

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 6 Januari 2026 | 07:23 WIB
Puing kayu gelondongan yang turut terbawa arus banjir akhir November 2025.  (Dok. Instagram/ummievinasution)
Puing kayu gelondongan yang turut terbawa arus banjir akhir November 2025. (Dok. Instagram/ummievinasution)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang melanda Sumatera, proses penanggulangan bencana masih terus berjalan. Distribusi bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan harian warga terdampak tetap dilakukan, meski dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan.

Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan bantuan tersalurkan secara merata, terutama ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur dan akses jalan yang terputus. Kondisi tersebut turut dialami para relawan yang turun langsung ke lokasi terdampak.

Baca Juga: Rumah dan Sekolah Hancur, Harapan Bocah Aceh Tamiang Pascabanjir

Potret perjuangan relawan saat menyalurkan bantuan sembako kepada warga Aceh dibagikan melalui akun Instagram @ummievinasution. Dalam video yang diunggah pada Sabtu (3/1/2026) itu, terlihat pemukiman warga yang masih dipenuhi kayu-kayu pohon sisa terjangan banjir bandang akhir November 2025.

Banjir bandang tersebut tidak hanya membawa lumpur, tetapi juga menyeret kayu gelondongan berukuran besar hingga menumpuk di sekitar rumah warga dan menutup akses jalan.

Dalam rekaman video, jalan aspal dan halaman rumah terlihat terhalang genangan air serta tumpukan kayu. Jalanan yang posisinya lebih tinggi dari halaman rumah pun tampak rusak parah akibat dihantam arus deras yang membawa kayu gelondongan.

“Dari mana ya bu kami mau ngasih sembako. Ibu naik ke atas dari mana jalannya? Ini sampai terangkat akar pohonnya,” ucap perekam video.

Untuk menyalurkan bantuan, salah satu relawan terlihat turun langsung dan meniti puing-puing kayu yang dijadikan jembatan darurat demi mencapai rumah warga dan menyerahkan sembako.

Sementara itu, dampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh masih tergolong masif. Sebanyak 18 kabupaten/kota dengan total 202 kecamatan dilaporkan terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Baca Juga: Fenomena Aneh Usai Banjir Nagan Raya: Gas Keluar dari Tanah, Api Bisa Membesar

Berdasarkan data terbaru Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, hingga 3 Januari 2026 jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 542 orang. Selain itu, sebanyak 31 orang masih dinyatakan hilang sejak bencana terjadi.

Jumlah warga terdampak di Aceh mencapai sekitar 2,5 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 231.302 orang masih mengungsi di 1.008 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah. Meski demikian, jumlah pengungsi mulai mengalami penurunan seiring sebagian warga memilih kembali ke rumah atau tinggal sementara bersama kerabat yang tidak terdampak banjir.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X