PONTIANAKGLOBE.COM, NAGAN RAYA -- Fenomena tidak biasa muncul di Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, setelah banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Warga menemukan sedikitnya lima titik gelembung gas yang muncul dari sela-sela endapan lumpur sisa banjir.
Kemunculan gelembung tersebut diduga berasal dari gas alam yang naik ke permukaan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, lantaran api dapat membesar ketika didekatkan ke semburan gas tersebut.
Baca Juga: Sebulan Pascabanjir Aceh Timur, Warga Masih Bayar Mahal untuk Bersihkan Lumpur
Penemuan itu menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan gelembung gas tersebut diunggah akun TikTok @sabrina_djuan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan menyebar luas di media sosial.
Menanggapi viralnya temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pemantauan langsung serta mengidentifikasi titik-titik keluarnya gas.
“Mulai dari dua hari lalu hingga 3 Januari 2026, masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi,” ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, dikutip dari laman resmi Pemkab Nagan Raya pada Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, fenomena keluarnya gas sebenarnya sudah terpantau sejak banjir bandang pertama melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Sebagai langkah antisipasi, area sekitar titik semburan gas telah dipasangi pembatas sementara. Pemantauan rutin juga dilakukan oleh aparatur desa bersama unsur terkait guna mencegah potensi risiko bagi warga.
Baca Juga: John Herdman Datang dengan Label Piala Dunia, Mampukah Timnas Menjawab Ekspektasi?
Garis polisi turut dipasang agar masyarakat tidak mendekati lokasi kemunculan gas. Pemerintah daerah juga akan melakukan kajian lanjutan dengan melibatkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk memastikan jenis, kandungan gas, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan,” tegas Zulkifli.***
Artikel Terkait
Bertahan di Atap Rumah Saat Banjir, Warga Aceh Tamiang Cerita Detik Paling Menegangkan
Rumah Hilang Disapu Banjir Aceh Tamiang, Warga Suka Jadi Bertahan di Tenda BNPB
Sebulan Pascabanjir, 93 Desa di Aceh Tengah Masih Tanpa Listrik
Anggaran Besar Disiapkan, Prabowo Janji Percepat Pemulihan Aceh dan Sumatera
Mobil PLN Terjebak Lumpur, Solidaritas Warga Aceh Jadi Penyelamat
Terisolasi Sebulan Lebih, Warga Dusun Lelabu Aceh Tengah Bertahan di Tengah Ancaman Longsor