Pandji Buka Suara soal Laporan Mens Rea, Siap Dialog

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 13 Februari 2026 | 07:53 WIB
Menyoroti pernyataan komika senior, Pandji Pragiwaksono usai diperkarakan ke polisi terkait show Mens Rea. (Dok. Instagram.com/@pandji.pragiwaksono)
Menyoroti pernyataan komika senior, Pandji Pragiwaksono usai diperkarakan ke polisi terkait show Mens Rea. (Dok. Instagram.com/@pandji.pragiwaksono)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Komika senior Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan publik setelah materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dibawakannya pada akhir Desember 2025 dilaporkan ke pihak kepolisian. Sejumlah laporan yang masuk berkaitan dengan dugaan ujaran kebencian hingga penistaan agama.

Pekan lalu, Pandji mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan atas laporan tersebut. Ia diperiksa sebagai saksi terlapor dalam lima laporan polisi dan mendapat 63 pertanyaan dari penyidik.

Baca Juga: Cadangan Mineral Besar, Indonesia Dinilai Belum Maksimal

Isu ini kembali dibahas saat Pandji hadir dalam siniar YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam perbincangan tersebut, Deddy mengungkap bahwa Pandji datang dengan membawa koper berisi buku.

"Tadi kita ngobrol, katanya dia (Pandji) sudah bawa koper isinya buku semua," kata Deddy.

"(Hal itu) untuk disiapkan jika dia dipenjara, betul?" sambungnya.

Pandji membenarkan hal tersebut.

"Iya benar, saya bawa buku banyak sekali," ungkapnya.

Pandji yang kini tinggal bersama keluarganya di Amerika Serikat menyebut kedatangannya ke Indonesia memang untuk menyelesaikan persoalan hukum terkait materi pertunjukannya itu. Ia mengaku membawa banyak buku sebagai langkah antisipasi.

"Sekalian saja dibawa, untuk jaga-jaga takutnya kenapa-napa, saya sudah bawa buku untuk dibaca-baca," terangnya.

Ia bahkan mengaku tetap membaca saat proses pemeriksaan berlangsung.

"Bahkan, saya saat interogasi Polda dan Bareskrim, sambil baca buku," ungkap Pandji.

Baca Juga: Ketajaman Akal dan Ketergantungan Alat

Di kesempatan terpisah, Pandji juga menyampaikan keterbukaannya untuk berdialog dengan para pelapor. Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, ia menilai dialog bisa menjadi jalan penyelesaian atas perbedaan tafsir terhadap karya seni.

"Saya sama Haris berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya. Selalu terbuka kok," terang Pandji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X