PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/2/2026), untuk melakukan tabayyun terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang pernah ia bawakan pada 30 Agustus 2025.
Pandji tiba sekitar pukul 16.15 WIB dan langsung mengikuti pertemuan tertutup yang berlangsung hampir dua jam. Ia menjelaskan bahwa kedatangannya bertujuan untuk meluruskan maksud dari materi komedi yang sempat menuai polemik di masyarakat.
“Saya datang dengan niat menjelaskan maksud dari pertunjukan saya, termasuk sejumlah materi yang kelihatannya memang perlu dielaborasi,” ujar Pandji.
Baca Juga: Rekomendasi dan Harga Sepatu Lari Nike untuk Berbagai Kebutuhan
“Alhamdulillah, Pak Kiai menerima dengan sangat baik. Saya banyak mendapat masukan dan ilmu,” imbuhnya.
Pandji mengaku pertemuan tersebut menjadi momen refleksi bagi dirinya sebagai seorang kreator. Ia menilai selalu ada ruang untuk memperbaiki karya dan cara penyampaian pesan kepada publik.
“Saya sadar sebagai orang yang berkarya, selalu ada ruang untuk bisa lebih baik lagi, lebih benar lagi. Itu yang diingatkan oleh Pak Kiai, dan saya sangat berterima kasih,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa materi komedi yang dibawakannya tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Dari pihak MUI, pertemuan tersebut diwakili oleh Ketua Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am. Ia menyebut dialog itu merupakan bagian dari upaya memberikan panduan kepada masyarakat sekaligus ruang klarifikasi bagi seniman.
“Dalam pertemuan tersebut, MUI memberikan sejumlah saran kepada Pandji, khususnya terkait sensitivitas materi keagamaan,” ungkapnya.
Ni’am menjelaskan terdapat dua poin penting dari pertemuan tersebut, yakni komitmen Pandji untuk memperbaiki materi komedi yang bersinggungan dengan isu keagamaan serta mengarahkan karya ke hal-hal yang lebih positif.
“Komitmen Pandji untuk memperbaiki materi komedi yang bersinggungan dengan isu keagamaan, terutama yang sensitif dan berpotensi menimbulkan multi tafsir, serta mengarahkan materi ke hal-hal yang lebih positif,” terangnya.
“Kami melihat adanya komitmen untuk memperbaiki. Ini hal yang baik dan patut diapresiasi,” tambahnya.
Baca Juga: Salah Jahit Berujung Rezeki, Boneka Kuda Cemberut Ini Jadi Ikon Imlek 2026
Sorotan terhadap Pandji bermula setelah pertunjukan Mens Rea ditayangkan di Netflix pada 27 Desember 2025. Sejumlah kelompok kemudian melaporkan Pandji ke aparat kepolisian atas dugaan penistaan agama dan penghinaan.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi, Materi Mens Rea Dipersoalkan
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Akhirnya Muncul dari New York
Pandji Pragiwaksono dan Seni Mengkritik Tanpa Tersandung Hukum
Pandji: Saya Paling Banyak Kritik Anies, Tapi Bukan di Panggung Ini
Abraham Samad Kaget Pandji Dilaporkan, Singgung Bahaya KUHP Baru
Mahfud MD: Lawakan Pandji Tak Penuhi Unsur Penistaan Agama