Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi, Materi Mens Rea Dipersoalkan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 9 Januari 2026 | 19:41 WIB
Menyoroti komika Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan ke polisi buntut materi dalam show stand up comedy Mens Rea. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti komika Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan ke polisi buntut materi dalam show stand up comedy Mens Rea. (Dok. Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ribuan massa yang berasal dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Aksi tersebut dipicu oleh tayangan komedi bertajuk Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono dan ditayangkan melalui platform Netflix pada akhir Desember 2025.

Baca Juga: Dokter Tifa Ungkap 6 Versi Ijazah Jokowi, Versi dari Polda Metro Jaya Disebut Berbeda

Berdasarkan penelusuran, konten stand-up comedy Mens Rea sempat menjadi perbincangan luas di ruang publik karena dinilai menyinggung berbagai isu sosial dan politik di Indonesia.

Perkembangan terbaru, Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis, 8 Januari 2026. Laporan itu diajukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.

Kepala Angkatan Muda NU sekaligus pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyebut materi komedi yang dibawakan Pandji dianggap merendahkan dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kami melaporkan ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media,” ujar Rizki kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Rizki menegaskan bahwa pihak yang dilaporkan merupakan komika yang menjadi penampil utama dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea.

“Satu orang (yang dilaporkan), seniman stand up comedian yang belakangan ini sangat ramai diperbincangkan, inisial P,” katanya.

Lebih lanjut, Rizki menilai materi yang disampaikan Pandji berpotensi menimbulkan perpecahan, terutama di kalangan generasi muda NU dan Muhammadiyah.

“Narasi fitnahnya adalah menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis,” tuturnya.

Baca Juga: Aksi Spontan Brimob Aceh Tamiang Usai Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir, Musik Jadi Pelepas Lelah

Ia juga menyinggung isi materi dalam Mens Rea yang dinilai menggiring opini bahwa NU dan Muhammadiyah berperan aktif dalam perolehan suara pada kontestasi pemilihan umum.

“Yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang karena imbalan, begitu,” ungkap Rizki.

“Ya, imbalan, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X