Bertahan 3 Hari 4 Malam di Atap Rumah, Cerita Pilu Korban Banjir Aceh

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 28 Januari 2026 | 21:23 WIB
Cerita warga Pidie Jaya saat air banjir menghantam rumahnya pada akhir November 2025. (Dok. Instagram/robi16.official)
Cerita warga Pidie Jaya saat air banjir menghantam rumahnya pada akhir November 2025. (Dok. Instagram/robi16.official)

PONTIANAKGLOBE.COM, PIDIE JAYA -- Dua bulan telah berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Sumatera. Meski air telah surut, ingatan tentang detik-detik bertahan hidup saat bencana masih melekat kuat di benak warga terdampak.

Salah satu kisah datang dari Pidie Jaya, Aceh. Seorang warga menceritakan bagaimana dirinya bersama keluarga harus bertahan di atas atap rumah ketika banjir menenggelamkan permukiman mereka. Kisah itu dibagikan melalui video yang diunggah akun Instagram @robi16.official.

Baca Juga: PDAM Lumpuh Usai Banjir, Warga Sidodadi Terpaksa Jalan Jauh Demi Air

Dalam kondisi terjebak, mereka mengaku harus menahan lapar dan haus selama berhari-hari.

“Tiga hari kami nggak minum, udah lapar semua ini, anak-anak udan nangis-nangis,” ucap warga tersebut, dikutip pada Selasa, 27 Januari 2026.

Anak-anak yang ikut menyelamatkan diri saat itu juga mengalami kondisi fisik yang melemah akibat tidak makan dan minum.

“DIbilang anak-anak pening, padahal dia lapar. Bilangnya sakit kepala kan,” sambungnya.

Menurut pengakuannya, mereka sama sekali tidak bisa turun dari atap rumah karena air masih sangat dalam. Bahkan untuk menampung air hujan pun tidak memungkinkan dilakukan.

“Nggak bisa turun, karena di dalam ini airnya dalam, mau menampung air hujan juga nggak bisa,” lanjutnya.

Warga tersebut juga mengaku tak pernah membayangkan banjir akan berlangsung selama itu. Biasanya, air akan surut dalam satu hari. Namun kali ini, banjir justru bertahan berhari-hari.

“Kami pikir hari itu udah kiamat, karena biasanya kan satu hari, besoknya udah surut airnya. Ini berhari-hari,” katanya.

Baca Juga: Banjir Susulan Berjam-jam Terjang Penakir, Warga Baru Mengungsi Saat Siang

Selama tiga hari empat malam, mereka terjebak dalam kondisi basah tanpa bisa berganti pakaian, tubuh mulai melemah, dan perut terasa kembung.

“3 hari 4 malam kami basah kuyup, nggak ada ganti-ganti baju. Udah kembung perutnya, udah lemah berangin,” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Untuk keempat kalinya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung sejak 23 hingga 29 Januari 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X