Sawah Tertimbun Lumpur Setinggi Pinggang, Petani Aceh Utara Tetap Tanam Padi

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 26 Januari 2026 | 17:46 WIB
Kondisi persawahan warga yang dipenuhi sisa lumpur bekas banjir akhir November 2025. (Dok. Instagram/paseimages)
Kondisi persawahan warga yang dipenuhi sisa lumpur bekas banjir akhir November 2025. (Dok. Instagram/paseimages)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH UTARA -- Banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu meninggalkan perubahan besar pada wilayah terdampak. Tak hanya merusak permukiman, bencana tersebut juga mengubah kontur lahan persawahan milik warga akibat endapan lumpur yang menumpuk.

Lumpur yang terbawa arus banjir kini mengeras dan membuat permukaan tanah sawah menjadi lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum bencana terjadi. Meski demikian, aktivitas pertanian perlahan kembali dilakukan oleh warga.

Baca Juga: Keanu Agl Ungkap Rencana Liburan yang Tak Pernah Terwujud Bersama Lula Lahfah

Fenomena tersebut viral di media sosial setelah sejumlah petani di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, terlihat menanam padi di sawah yang masih dipenuhi lumpur tebal. Video itu diunggah akun TikTok @paseimages dan dikutip pada Minggu (25/1/2026). 

“Lumpur sepinggang pascabanjir di Aceh Utara. Tanam padi atau mandi lumpur?” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Sementara itu, penanganan pascabanjir di Aceh Utara masih menuai sorotan. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, sebelumnya mengkritik lambannya pembersihan lumpur dan tumpukan kayu di sejumlah wilayah terdampak yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah.

Baca Juga: Banjir Bandang Pemalang Bawa Batu dari Gunung Slamet, Desa Penakir Porak-Poranda

Selain itu, Tarmizi juga menyoroti pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir bandang. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntara agar dapat ditempati sebelum 18 Februari 2026, mengingat umat Islam akan segera memasuki bulan Ramadan.

Sebagai catatan, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh Utara pada November 2025 lalu menyebabkan 345 orang meninggal dunia, 6 orang masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 33 ribu warga mengungsi di 12 kecamatan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X