Tangis Ayah di Aceh Utara: Gendong Anak Sakit ke Posko Kesehatan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 19 Januari 2026 | 14:00 WIB
Posko layanan kesehatan yang diperlukan oleh warga terdampak dan penyintas banjir Sumatera. (Dok. Instagram/rully_xabian)
Posko layanan kesehatan yang diperlukan oleh warga terdampak dan penyintas banjir Sumatera. (Dok. Instagram/rully_xabian)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH UTARA -- Layanan kesehatan masih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Hampir dua bulan setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025, sejumlah daerah masih mengalami keterbatasan akses layanan medis.

Kondisi tersebut diperparah dengan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya pulih. Beberapa wilayah bahkan masih terisolasi sehingga menyulitkan warga untuk menjangkau fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Togap MCI Turun ke Aceh: Merinding Lihat Rumah Rata Tertimbun Lumpur

Gambaran nyata kondisi di lapangan dibagikan oleh relawan Rully Xabian melalui unggahan video di media sosial.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @rulli_xabian pada Senin, 19 Januari 2026, terlihat seorang ayah mendatangi posko pelayanan kesehatan sambil menggendong anaknya yang tengah sakit di Dusun Lhok Pungki, Aceh Utara.

“Ketika seorang ayah menangis, pertanda dunia sedang tidak baik-baik saja,” dikutip dari keterangan video tersebut.

“Suaranya bergetar sambil gendong anaknya, ‘Bang ada obat untuk anak saya?’” imbuhnya.

Dalam rekaman itu, tim kesehatan yang berjaga di posko segera memberikan obat serta plester kompres penurun demam untuk sang anak. Momen singkat tersebut menggambarkan betapa terbatasnya akses layanan kesehatan bagi warga di daerah terdampak.

Dusun Lhok Pungki sendiri merupakan wilayah pedalaman yang berada di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Hingga kini, akses darat menuju dusun tersebut masih sulit ditempuh.

Baca Juga: Mahfud MD: Lawakan Pandji Tak Penuhi Unsur Penistaan Agama

Perjalanan ke Lhok Pungki harus melalui jalan berlumpur dan licin menggunakan sepeda motor, lalu dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan getek sederhana.

Alat transportasi seadanya itu hanya bisa digunakan ketika arus air sedang tenang, sementara saat debit air meningkat warga harus menunggu lebih lama.

Sekitar 489 jiwa yang tinggal di Dusun Lhok Pungki masih sangat membutuhkan bantuan, termasuk layanan kesehatan, setelah banjir bandang meluluhlantakkan kawasan pemukiman mereka.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X