Pengakuan Terbaru CEO Telegram Pavel Durov: Menyimpan Bitcoin dan Fiat Jutaan Dolar Selama 10 Tahun

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 April 2024 | 23:33 WIB
Pavel Durov, Founder dan CEO Telegram (Instagram/@durov )
Pavel Durov, Founder dan CEO Telegram (Instagram/@durov )

PONTIANAKGLOBE.COM -- Pavel Durov, CEO Telegram, baru-baru ini membuat gebrakan dalam dunia kripto dengan mengungkapkan bahwa ia telah menyimpan ratusan juta dolar dalam bentuk Bitcoin dan mata uang fiat selama 10 tahun terakhir.

Pengakuan mengejutkan ini terjadi dalam sebuah wawancara dengan Tucker Carlson, seorang pembawa acara berita di Amerika Serikat.

Baca Juga: Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kecelakaan Elf Maut di Sumedang

Durov mengungkapkan bahwa selama periode tersebut, ia tidak pernah memindahkan dana tersebut, lebih memilih untuk memusatkan perhatiannya pada kebebasan dan pengembangan Telegram.

Alasan di Balik Penyimpanan Jutaan Dolar

Dalam wawancara tersebut, Durov menjelaskan bahwa kebebasan adalah prioritas utamanya, dan satu-satunya investasi yang memberikan rasa kebebasan adalah uang dalam rekening bank dan Bitcoin.

Menurutnya, membeli properti real atau jet pribadi dapat membatasi seseorang pada lokasi tertentu atau memakan banyak waktu.

Oleh karena itu, Durov memilih untuk menghindari investasi semacam itu, fokusnya hanya pada Bitcoin dan fiat.

Baca Juga: Lebih Besar dari Usulan! Prabowo Setujui Rp5 Triliun demi Kereta Rakyat

Jumlah pasti kekayaannya yang disimpan dalam Bitcoin dibandingkan dengan rekening banknya masih belum ditentukan secara spesifik. Pada bulan Juli 2023, dilaporkan bahwa Durov memiliki mata uang kripto senilai $17,5 miliar.

Pertumbuhan Telegram dan Tantangan Privasi

Dalam wawancara yang sama, Durov juga memprediksi bahwa Telegram akan segera melampaui 1 miliar pengguna aktif bulanan dalam waktu satu tahun.

Ia menyebut pertumbuhan Telegram yang pesat sebagai "kebakaran hutan".

Durov menegaskan bahwa Telegram harus tetap menjadi "platform netral" dan tidak terlibat dalam isu geopolitik.

Mengenai keputusan Telegram untuk tidak menerima modal ventura, Durov menjelaskan bahwa perusahaan bertujuan untuk menjaga kemandiriannya.

Baca Juga: Prabowo Naik KRL Tanpa Sekat, Sapa Warga dan Dengarkan Cerita Mereka

Baginya, ini bukan tentang uang, melainkan lebih pada fokus terhadap tujuan Telegram daripada gaya hidup mewah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X