PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Brasil.
Kedua negara dinilai memiliki potensi besar karena mewakili hampir 500 juta penduduk dunia.
Baca Juga: Bukan Pertama Kali, Korban SPPG Bekasi Ungkap Pola Pelecehan Berkedok Permintaan Maaf
Dalam pertemuan tête-à-tête dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (23/10), Lula menyoroti kekuatan demografis dan ekonomi yang dimiliki kedua negara.
“Bersama-sama, kita mewakili hampir 500 juta orang — 280 juta di Indonesia dan 210 juta di Brasil. Kita memiliki perekonomian yang kuat dan sedang berkembang,” ujar Lula.
Ia menambahkan, baik Indonesia maupun Brasil masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Buntut Tolak Atlet Israel, Erick Thohir Sebut Langkah Indonesia Sesuai Amanat Konstitusi
Karena itu, kerja sama di bidang sosial dan ekonomi dinilai perlu terus diperkuat.
“Kedua bangsa kita masih memiliki banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam hal kesejahteraan rakyat. Diperlukan program sosial untuk membantu mereka,” kata Lula.
Presiden Brasil itu juga berharap kunjungan kenegaraannya ke Indonesia dapat menghasilkan kemajuan nyata di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, dan sosial hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Saya berharap, dalam kunjungan saya ke Indonesia kali ini dan selama pertemuan kita, kita dapat menjamin kemajuan politik, ekonomi, sosial, dan ilmiah yang membawa manfaat bagi rakyat Indonesia dan Brasil,” tutupnya. ***
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Biaya Haji Turun, Waktu Tunggu Dipangkas Jadi di Bawah 26 Tahun
Prabowo Bongkar Rp306 Triliun Anggaran Rawan Korupsi, Uangnya Langsung ke Rakyat!
Prabowo Tegas! Tak Ada Lagi Kasus Hukum ‘Untouchable’, Negara Selamat Rp1.000 Triliun
43 Juta Warga Sudah Nikmati Cek Kesehatan Gratis, Prabowo Sebut Setiap Ulang Tahun, Warga Bisa Periksa Tanpa Bayar
Pemerintah Pangkas Harga Pupuk, Prabowo Pastikan Negara Hadir di Sawah dan Kebun
Setelah 6 Tahun Tertunda, Prabowo Akhirnya Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren