43 Juta Warga Sudah Nikmati Cek Kesehatan Gratis, Prabowo Sebut Setiap Ulang Tahun, Warga Bisa Periksa Tanpa Bayar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:49 WIB
Ilustrasi warga cek kesehatan. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)
Ilustrasi warga cek kesehatan. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan sebanyak 43 juta warga Indonesia telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai berjalan sejak awal tahun 2025.

Program ini disebut sebagai yang pertama dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Tegas! Tak Ada Lagi Kasus Hukum ‘Untouchable’, Negara Selamat Rp1.000 Triliun

“Sebanyak 43 juta orang sudah menggunakan program Cek Kesehatan Gratis. Ini pertama kali di sejarah republik kita," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10).

Prabowo menambahkan, "Setiap warga negara berhak cek kesehatan gratis sekali dalam setahun, tepat di hari ulang tahunnya.”

Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat bisa mendeteksi penyakit lebih dini agar penanganannya lebih cepat.

Namun, dari hasil pemeriksaan sejauh ini, masalah gigi menjadi temuan kesehatan paling umum di masyarakat.

“Ternyata sebagian besar rakyat kita punya masalah di gigi. Ini jadi pekerjaan rumah besar bagi kita,” kata Prabowo.

Prabowo menyoroti kekurangan tenaga medis di Indonesia, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Saat ini, Indonesia masih kekurangan lebih dari 140 ribu dokter.

Baca Juga: Prabowo Bongkar Rp306 Triliun Anggaran Rawan Korupsi, Uangnya Langsung ke Rakyat!

“Kita kekurangan dokter umum dan spesialis. Kalau tidak salah, kekurangannya di atas 140 ribu dokter,” ujarnya.

“Bahkan negara maju seperti Inggris pun kekurangan dokter, tapi mereka bisa rekrut dari negara lain dengan bayaran tinggi. Kita belum bisa seperti itu.”

Arah Baru Pendidikan Kedokteran

Untuk mengatasi masalah itu, Prabowo menegaskan perlunya penyesuaian kebijakan pendidikan nasional, termasuk menambah fakultas kedokteran dan jumlah mahasiswa kedokteran di universitas yang sudah ada.

“Kita harus menambah fakultas-fakultas kedokteran dan jumlah mahasiswanya,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X