PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Kasus dugaan penipuan yang dilakukan wedding organizer (WO) Marwah Catering Service di Bekasi terus menjadi sorotan publik setelah sejumlah korban lain mulai bermunculan dan mengaku mengalami kerugian serupa.
Sebelumnya, WO Marwah disebut tidak memenuhi kewajibannya dalam penyelenggaraan acara pernikahan pasangan Feny dan Aldy di Gedung Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5/2026). Saat itu, lokasi acara dilaporkan kosong tanpa dekorasi maupun layanan katering.
Baca Juga: Geger Kampus UPN Veteran Yogya, 7 Dosen Diduga Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Seiring viralnya kasus tersebut di media sosial Threads, sejumlah korban lain kemudian mengaku mengalami hal yang sama dan mulai melakukan upaya pencarian terhadap pihak WO.
Salah satu korban melalui akun Threads @a.cheerfulgirl menyebut dirinya bersama korban lain telah mendatangi gudang milik WO Marwah.
“Tadi kita udah samperin ke gudangnya Marwah Service, cuma ada ibu si owner dan anaknya 2 tahun yang ditinggal,” ungkapnya.
Ia juga menyebut korban kemudian diarahkan untuk melapor ke Polres Jakarta Timur. Dalam unggahan yang sama, terlihat sejumlah orang termasuk aparat kepolisian berada di lokasi gudang tersebut.
Selain itu, tampak pula sejumlah perlengkapan pernikahan seperti pakaian pengantin dan peralatan catering yang masih tersimpan di dalam gudang.
Tidak hanya mendatangi gudang, para korban juga disebut telah mendatangi rumah dan kantor usaha milik pemilik WO, namun lokasi tersebut dilaporkan sudah kosong sejak beberapa bulan terakhir.
Akun Threads lainnya, @maharcb, menyebut jumlah korban diduga telah mencapai lebih dari 30 calon pengantin dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
“Kami semua calon korban sementara sudah 30+ catin dengan perkiraan kerugian Rp1,9 miliar,” tulisnya.
Namun, upaya pelaporan ke pihak kepolisian disebut tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah korban mengaku laporan mereka sempat ditolak dengan alasan peristiwa belum terjadi sesuai tanggal pernikahan yang direncanakan.
Baca Juga: Eks Jurnalis INews Beberkan Dugaan Kekerasan Militer Israel
“Ada bukti transfer, kwitansi, MoU, dan owner sudah kabur. Kalau belum kejadian pun harusnya dicegah dong, dicari ownernya,” keluh salah satu korban.
Korban lain, @kynizaa, juga menyampaikan hal serupa saat mendatangi Polres Jakarta Timur bersama korban lainnya.
Artikel Terkait
Fitur SATSPAM dari IM3, Lindungi Masyarakat dari Penipuan Digital
Indonesia Darurat Scam! Penipuan Digital Kian Canggih, Kerugian Capai Triliunan
Barcode Ganda di SPBU: Celah Penipuan BBM yang Dibiarkan
Korban WO Ayu Puspita Tembus 207 Orang, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
WO Kamuya Diduga Tipu 29 Klien, Kerugian Tembus Rp700 Juta
WO Marwah Diduga Tipu Pengantin di Bekasi, Acara Pernikahan Batal