PONTIANAKGLOBE.COM, BANDA ACEH -- Penanganan lumpur sisa banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera masih menjadi pekerjaan besar yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Endapan lumpur tebal masih menutupi permukiman warga serta mengendap di sejumlah aliran sungai, berpotensi memicu bencana susulan jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Kesaksian Bocah Aceh Tamiang, Air Banjir Naik Hingga Seatap Rumah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti lambannya proses pembersihan tersebut dan secara tegas meminta penambahan personel dari TNI dan Polri.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan bencana banjir bersama DPR dan instansi terkait yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Tito, pembersihan lumpur harus difokuskan terlebih dahulu di kawasan permukiman warga, lalu dilanjutkan ke area sungai.
Ia menilai jumlah personel di lapangan saat ini belum mencukupi untuk mempercepat proses tersebut.
“Kekuatan yang ada menurut pendapat saya perlu ditambah tambahan BKO, TNI, dan Polri,” ujarnya.
Tito mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah menyampaikan permintaan kepada Kapolri agar menambah personel dalam jumlah besar. Namun, saat itu kepolisian masih fokus pada pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Saya waktu di Hambalang saya sampaikan kepada Pak Kapolri bisa nggak kira-kira ditambah 5.000 personel lagi. Kemarin beliau nambah 1.000 personel sebelum Nataru, alasannya kekuatan sedang fokus di Natarau,” katanya.
Dengan berakhirnya periode Natal dan Tahun Baru, Tito menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggenjot pembersihan lumpur, terutama sebelum memasuki bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa faktor fisik petugas juga harus menjadi pertimbangan.
“Nah, sekarang Nataru sudah selesai, mumpun sebelum Ramadan, kalau Ramadan capek nanti kerja, ini kaitannya fisik. Jadi, harus digenjot di periode waktu ini,” ujarnya.
“Nataru selesai, kemudian Ramadan belum masuk, kita genjot,” sambungnya.
Tak hanya kepada Polri, Tito juga mengajukan permintaan besar kepada TNI agar menurunkan personel tambahan dalam jumlah signifikan.
“Saya juga minta kepada Pak Maruli, kira-kira bisa nggak 10.000 personel? Karena kalau cuma 1.000 aja tenggelam,” ucapnya.
Artikel Terkait
Bongkar Pola Lama APBD: Tito Desak Daerah Hentikan Rapat dan Dinas Tak Produktif
Tito Blak-blakan soal Banjir Sumatera: Semua Sudah All Out!
Tito Copot Sementara Bupati Aceh Selatan: Ketahuan ke Luar Negeri Tanpa Izin
Mendagri Tito: Jangan Salahkan Pemerintah Kalau Data Korban Bencana Belum Masuk
Fenomena Aneh Usai Banjir Nagan Raya: Gas Keluar dari Tanah, Api Bisa Membesar
Dua Hari Terendam, Banjir di Banjar Masih Bertahan