Dua Hari Terendam, Banjir di Banjar Masih Bertahan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 8 Januari 2026 | 19:17 WIB
Menyoroti bencana banjir di kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang kini viral di media sosial (medsos). (Dok. Instagram.com/@feedgramindo)
Menyoroti bencana banjir di kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang kini viral di media sosial (medsos). (Dok. Instagram.com/@feedgramindo)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANJAR -- Sebuah video yang menampilkan kondisi banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, beredar luas di media sosial dan menyita perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan genangan air yang telah masuk ke dalam rumah warga.

Dalam unggahan akun Instagram @feedgramindo pada Rabu (7/1/2026), tampak air banjir menggenangi ruang-ruang rumah warga. Seorang pria dalam video tersebut menceritakan dirinya tidak menyadari air telah masuk ke rumah saat ia terbangun dari tidur.

"Saya tidak sadar, saat terbangun air masuk ke rumah tanpa permisi," ujar pria tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD: Jika Teror Dibiarkan, Semua Bisa Jadi Korban

Ia juga mengungkapkan bahwa banjir telah merendam rumahnya selama dua hari, namun air tak kunjung surut dan justru kembali keruh setelah beberapa waktu.

"Tapi anehnya banjir ini tidak hilang-hilang, 1-2 hari sudah kotor lagi, bingung jadinya," keluhnya.

Unggahan tersebut memicu beragam reaksi warganet di kolom komentar. Sebagian menyampaikan kekhawatiran atas kondisi warga terdampak, sementara lainnya melontarkan candaan sebagai bentuk hiburan.

"Untuk ternak ikan saja," tulis warganet dengan akun @wahyubs25.

"Mudah-mudahan cepat surut," ungkap warganet lainnya melalui akun @dedynb.

Hingga berita ini diturunkan, kebenaran narasi dalam video tersebut masih belum dapat dipastikan sepenuhnya. Namun berdasarkan penelusuran, banjir di Kabupaten Banjar memang terus meluas.

Per Rabu, 7 Januari 2026, banjir tercatat telah merendam sembilan kecamatan yang mencakup 121 desa dan kelurahan. Dampak bencana ini dirasakan oleh 43.469 kepala keluarga atau sekitar 122.353 jiwa.

Baca Juga: Virdian Aurellio: Banjir Selesai, Tapi Pemulihan Masih Jalan di Tempat

Tingginya intensitas curah hujan menjadi faktor utama meluasnya banjir di wilayah tersebut. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir hingga 12 Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjar menyebut perpanjangan status tanggap darurat dilakukan guna memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X