Belum Pulih dari Banjir, Warga Bener Meriah Dihantam Ancaman Baru dari Gunung Api

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 31 Desember 2025 | 22:50 WIB
Kepanikan warga Bener Meriah usai beberapa kali terjadi gempa bumi pada Selasa malam, 30 Desember 2025.  (Dok. Instagram/keber_gayo - destinasigayo)
Kepanikan warga Bener Meriah usai beberapa kali terjadi gempa bumi pada Selasa malam, 30 Desember 2025. (Dok. Instagram/keber_gayo - destinasigayo)

PONTIANAKGLOBE.COM, BENER MERIAH -- Warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh kembali diliputi kecemasan setelah aktivitas Gunung Burni Telong memicu serangkaian gempa bumi pada Selasa malam (30/12/2025). Situasi ini terjadi ketika proses pemulihan pascabanjir dan longsor belum sepenuhnya rampung.

Berdasarkan informasi dari akun resmi BMKG di platform X, gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 terjadi pukul 20.43 WIB. Episentrum gempa berada sekitar 6 kilometer barat daya Bener Meriah dengan kedalaman 7 kilometer.

Baca Juga: Aliansi Masyarakat Padang Tikar dan Solmadapar Tolak Tarif PNBP Pelabuhan, Dianggap Bebani Masyarakat Pesisir

Getaran tersebut diikuti gempa susulan hingga tujuh kali. Kondisi ini membuat banyak warga memilih tidak tidur di dalam rumah karena khawatir terjadi gempa lanjutan.

“Ya Allah lindungi kami semua. Malam ini tidur di teras rumah, takut gempa susulan lagi. Tetap waspada untuk kita semua,” tulis keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @keber_gayo pada Selasa (30/12/2025).

Kepanikan warga juga terlihat dari sejumlah video lain yang menunjukkan kemacetan di kawasan Pante Raya. Banyak warga memilih meninggalkan rumah dan mencari tempat yang dianggap lebih aman.

“Efek gempa, jadi macet. Banyak yang mengungsi ke tempat cari aman,” ujar perekam video yang diunggah akun Instagram @destinasigayoo pada Selasa, 30 Desember 2025.

Meningkatnya aktivitas kegempaan mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Burni Telong dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga. Keputusan ini mulai berlaku sejak Selasa, 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB.

PVMBG mencatat, dalam rentang waktu kurang dari dua jam terjadi tujuh gempa yang terasa dengan lokasi berdekatan, yakni sekitar lima kilometer di barat daya puncak gunung. Aktivitas ini disertai peningkatan gempa vulkanik dangkal dan dalam.

Baca Juga: Sungai Baru Membelah Permukiman, Warga Batangtoru Masih Bertahan di Masjid

Secara rinci, tercatat tujuh kali gempa vulkanik dangkal, 14 kali gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, dan satu gempa tektonik jauh.

Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah, serta menjauhi area fumarol dan solfatara. Warga juga diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X