PONTIANAKGLOBE.COM, BENER MERIAH -- Satu bulan pascabanjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera, sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan serius pada akses distribusi bantuan.
Kondisi ini menyebabkan logistik belum sepenuhnya menjangkau warga terdampak secara merata, salah satunya di Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Dokter sekaligus relawan banjir Aceh, Ilham Syahputra, mengungkapkan bahwa akses jalan utama menuju Syiah Utama masih terputus. Akibatnya, banyak desa belum tersentuh bantuan secara optimal.
“Akses jalan utama putus di Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah. Memang masih banyak daerah di Bener Meriah itu yang belum terjangkau,” ujar Ilham melalui unggahan di akun Instagram @dr.ilhamsyhputra, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, tim relawan hanya mampu masuk hingga Kampung Tembolon dan perbatasan Rusip, sementara terdapat sekitar 14 kampung di Syiah Utama yang masih membutuhkan bantuan mendesak.
Warga bersama aparat TNI dan Polri telah berupaya membuka jalur dengan membangun jembatan darurat, meski kondisinya belum layak untuk dilalui kendaraan bermuatan berat.
“Ini jembatan putus, rusak. Sehingga, masyarakat di sini gotong royong bersama TNI/Polri untuk membangun jembatan baru seadanya dan itu sangat berbahaya saat bawa muatan,” jelasnya.
Distribusi bantuan pun harus dilakukan dengan cara bongkar muat sebagian sebelum kendaraan masuk ke wilayah desa.
Sebelumnya, jembatan darurat tersebut hanya bisa digunakan untuk pejalan kaki.
Putusnya akses jalan juga membuat sejumlah desa terisolasi. Ilham menyebut, hingga kini warga masih hidup dalam keterbatasan akibat belum pulihnya infrastruktur dasar.
“Satu bulan sudah listrik belum masuk, akses jalan putus, warga terisolir, mata pencaharian petani hancur,” ucapnya.
Baca Juga: Tanpa Spanduk dan Seremonial, Warga Thekelan Menjalani Toleransi Apa Adanya
Ia pun mengajak relawan dan pihak terkait untuk memberi perhatian lebih kepada wilayah Bener Meriah yang masih terisolasi.
“Jadi, untuk temen-temen semua, usahakan masuk ke sini karena masih banyak di Bener Meriah desa-desa yang terisolir,” katanya.
Artikel Terkait
Jalan Putus, Warga Bener Meriah Tempuh 4 Jam Demi Sekantong Beras
Jembatan Bailey Dibuka, Akses ke Bener Meriah Akhirnya Terhubung
21 Hari Dalam Gelap, Lampu Akhirnya Menyala di Pengungsian Bener Meriah
Klarifikasi Bupati Bener Meriah Soal Rombongan Jalan Kaki Tuai Kecaman
Banjir Bener Meriah: Relawan Terhenti, Pengungsi Terpaksa Menunggu
Terisolasi Pascabencana, Warga Aceh Tengah Pilih Bangun Jembatan Sendiri