Terisolasi Pascabencana, Warga Aceh Tengah Pilih Bangun Jembatan Sendiri

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 24 Desember 2025 | 18:55 WIB
Warga yang sedang bergotong-royong membangun jembatan tanpa bantuan alat berat.  (Dok. TikTok/ISRA_arg)
Warga yang sedang bergotong-royong membangun jembatan tanpa bantuan alat berat. (Dok. TikTok/ISRA_arg)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Warga Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah, menunjukkan keteguhan luar biasa di tengah keterisolasian pascabencana.

Saat akses transportasi terputus dan bantuan belum menjangkau wilayah mereka, masyarakat memilih bergerak sendiri demi menyambung kehidupan desa.

Baca Juga: Hashim Sebut Ada Dalang di Balik Isu Sawit Prabowo, Siapa Mereka?

Inisiatif tersebut terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @ISRA_arg pada Selasa (23/12/2025). Dalam rekaman itu terlihat puluhan warga bekerja bahu-membahu menyusun batang-batang kayu besar untuk membangun jembatan darurat di atas aliran air yang merusak jalur utama.

Tanpa alat berat maupun mesin, seluruh pekerjaan dilakukan secara manual. Batang kayu diangkat, dipotong, dan disusun dengan mengandalkan tenaga manusia serta kekompakan warga.

"Pekerjaan manual ini dilakukan secara gotong royong tanpa dibantu alat berat," tulis keterangan dalam video tersebut.

Keterbatasan sarana tak menyurutkan semangat warga. Setiap orang mengambil peran sesuai kemampuan, memastikan jembatan darurat cukup kuat untuk dilewati meski hanya bersifat sementara.

Dorongan utama dari aksi ini adalah kekhawatiran akan keterputusan total dari dunia luar. Tanpa jembatan, distribusi logistik, akses layanan kesehatan, hingga roda ekonomi warga terancam lumpuh sepenuhnya.

Baca Juga: Sumur Keruh Jadi Andalan, Warga Aceh Tamiang Terpaksa Pakai Air Banjir untuk Bertahan

Kesadaran itulah yang membuat warga Rusip Antara bergerak serempak. Di tengah kondisi darurat, mereka membuktikan bahwa solidaritas dan kemandirian menjadi kekuatan utama untuk bertahan.

Perjuangan warga Aceh Tengah ini menjadi potret nyata daya juang masyarakat desa yang enggan menyerah meski harus menghadapi bencana dengan tangan kosong.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X