Tak Ada Air Bersih, Warga Aceh Tamiang Terpaksa Gunakan Air Genangan untuk Memasak

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 23 Desember 2025 | 11:25 WIB
Seorang warga yang tengah mengumpulkan air genangan banjir untuk digunakan kebutuhan sehari-hari. (Dok. TikTok/Apa Aja)
Seorang warga yang tengah mengumpulkan air genangan banjir untuk digunakan kebutuhan sehari-hari. (Dok. TikTok/Apa Aja)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Warga Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, masih bergulat dengan kondisi darurat pascabanjir. Terputusnya akses dan minimnya pasokan air bersih membuat mereka harus mengambil langkah ekstrem demi bertahan hidup.

Situasi memilukan itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @Apa Aja pada Minggu, 21 Desember 2025.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengambil air dari genangan banjir yang telah berubah keruh menggunakan jerigen besar.

Baca Juga: Bayi 2 Tahun Terlepas Saat Menyusu, Ayah Ungkap Detik-detik Mumtaz Hanyut Diterjang Banjir Garoga

Air yang tampak tak layak konsumsi itu tetap dikumpulkan karena tidak ada alternatif lain bagi warga. Sumur-sumur terendam lumpur, sementara bantuan air bersih belum menjangkau seluruh wilayah.

Ketika ditanya untuk apa air tersebut diambil, pria itu menjawab singkat namun sarat makna, “Untuk masak.”

Keterangan dalam video tersebut menyebutkan bahwa kondisi kekurangan air bersih di Desa Sekumur sudah berlangsung selama beberapa hari.

Warga terpaksa memanfaatkan air sisa banjir untuk kebutuhan dapur karena tidak adanya pasokan lain yang bisa diandalkan.

Baca Juga: Dua Rumah Hancur, Dua Anak Kehilangan Dunia Kecilnya

Kondisi ini menunjukkan bahwa krisis pascabanjir tidak hanya soal rumah yang rusak atau akses jalan yang terputus, tetapi juga menyangkut kebutuhan paling mendasar, yakni air bersih.

Tanpa penanganan cepat dan merata, risiko gangguan kesehatan bagi warga Desa Sekumur kian mengkhawatirkan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X