PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Kehidupan pengungsi banjir dan longsor di Sumatera masih bertumpu pada dapur umum dan tenda-tenda darurat. Banyak rumah warga rusak parah sehingga mereka harus bertahan di posko pengungsian dengan keterbatasan fasilitas.
Sebuah momen menyentuh hati datang dari Aceh Tamiang setelah akun Instagram @adjie.apk mengunggah video kebersamaannya dengan dua anak perempuan korban banjir. Dalam rekaman tersebut, sang pemilik akun bertanya makanan apa yang ingin mereka santap di tengah kondisi sulit yang masih dihadapi.
“Kalau nanti, Insya Allah rezeki semua, segala macem kita bisa ketemu di tenda ini, kalian pengin apa?” tanyanya, dikutip Jumat, 19 Desember 2025.
Baca Juga: Pengungsi Aceh Protes Baju Donasi: Kebaya hingga Baju Seksi Menumpuk
Ia kembali menegaskan pertanyaan itu, “Pengin makanan? Makanan apa yang kalian pengin makan pascabanjir ini?”
Dengan suara pelan dan penuh rasa sungkan, salah satu anak menjawab ingin makan rendang. Anak lainnya menyusul dengan lirih mengungkapkan keinginannya, “Kalau aku pengin makan bakso.”
Dalam keterangan unggahan, dijelaskan bahwa kedua bocah tersebut berasal dari Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Permintaan sederhana itu pun menyentuh banyak hati.
Unggahan lanjutan dari akun yang sama mengungkapkan niat untuk mewujudkan keinginan kedua anak tersebut. Donasi dibuka untuk mengadakan makan bersama dengan target seribu porsi.
“Insya Allah seribu porsi, kita bawa kemari, kita makan ramai-ramai,” ucapnya.
Baca Juga: Ferry Irwandi Minta Hentikan Narasi Buruk soal Bencana Sumatera
Video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan memantik empati luas dari warganet. Banyak komentar menyoroti betapa sederhana keinginan anak-anak tersebut, namun terasa begitu berat bagi mereka di tengah kondisi pascabencana.
“Nyebutnya aja malu-malu, pelan, takut ngrepotin orang lain karena kondisi sekitaran begitu,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain berbunyi, “Mau bilang bakso sama rendang aja berat hati, mewah untuk mereka tapi biasa untuk kita.”
Permintaan dua bocah pengungsi itu menjadi pengingat bahwa di balik angka dan data bencana, ada harapan kecil yang menunggu untuk dipenuhi.***
Artikel Terkait
Di Pengungsian Aceh Tamiang, Mukena Jadi Kebutuhan yang Terlupakan
Tiga Hari Tanpa Air dan Makanan, Tangis Ibu Korban Banjir Aceh Tamiang
Influencer Vilmei Saksikan Ketegaran Warga Aceh Tamiang Pascabanjir
Nikah di Tengah Banjir Aceh Tamiang, Arie Untung Jadi Saksi
Salah satu Korban Tsunami 2004 Ungkap Banjir Aceh Tamiang Lebih Gelap
2 Butir Telur untuk 23 Orang, Kisah Bertahan Hidup Warga Aceh Tamiang