Banjir Rob Mulai Surut, Tapi Ancaman Penyakit Pascabanjir Mengintai Warga Pontianak

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 9 Desember 2025 | 21:55 WIB
Ria Norsan dan Edi Kamtono Kunjungi Lokasi Permukiman Terdampak Banjir Rob dan Salurkan Bantuan Pangan (Dok. Pemkot Pontianak )
Ria Norsan dan Edi Kamtono Kunjungi Lokasi Permukiman Terdampak Banjir Rob dan Salurkan Bantuan Pangan (Dok. Pemkot Pontianak )

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Banjir rob yang sempat merendam sejumlah kawasan di Pontianak perlahan mulai surut hari ini pada Selasa (9/12/2025). Meski begitu, pemerintah provinsi maupun kota mengingatkan warga agar tetap berhati-hati, terutama terhadap risiko kesehatan yang biasanya muncul setelah genangan menghilang.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menjelaskan bahwa banjir rob kali ini terjadi karena naiknya air sungai yang terpengaruh pasang laut sebagai fenomena yang memang sering muncul menjelang akhir tahun.

Baca Juga: Ferry Irwandi Balas Santai Sindiran DPR soal Donasi Rp10 Miliar

Ia menyebut kondisi cuaca belakangan yang cukup ekstrem membuat penanganan harus dilakukan cepat dan terarah.

“Rob ini muncul karena air sungai ikut terdorong pasang. Situasi seperti ini memang kerap terjadi akhir tahun dan langsung berdampak ke permukiman dekat bantaran. Meski air mulai turun, kewaspadaan tetap nomor satu, terutama terkait potensi penyakit,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir di Tambelan Sampit. 

Ria Norsan menambahkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah untuk membantu warga terdampak.

“Kami memastikan kesiapan pascabanjir. Kalau ada warga membutuhkan penanganan kesehatan misalnya diare atau gatal-gatal maka tim medis siap turun. Posko kesehatan juga segera dibuka di titik yang paling membutuhkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemulihan aktivitas masyarakat, termasuk sekolah, menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kami ingin warga bisa melewati masa ini dalam kondisi terbaik. Pemerintah akan bekerja habis-habisan agar kehidupan kembali normal, termasuk memastikan kegiatan anak-anak sekolah tidak terganggu,” sambungnya.

Baca Juga: Tragedi Terra Drone: 17 Tewas, Ledakan Diduga dari Baterai Drone

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Kamtono melaporkan bahwa penurunan tinggi air berjalan perlahan.

“Muka air turun sedikit-sedikit, dari 1,8 meter, lalu 1,7 dan sekarang 1,6. Karena turunnya lambat, kami minta warga tetap waspada,” ujarnya.

Edi menegaskan bahwa pemkot dan pemprov terus memperkuat langkah mitigasi serta terus memantau cuaca, menyalurkan bantuan, serta menyiapkan fasilitas kesehatan darurat. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dan menjaga kebersihan lingkungan setelah banjir surut.

“Fokus kami tetap sama yaitu menjaga keselamatan warga dan mencegah masyarakat terdampak jatuh sakit. Itu yang paling penting,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X