Tragedi Terra Drone: 17 Tewas, Ledakan Diduga dari Baterai Drone

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 9 Desember 2025 | 20:36 WIB
Menyoroti fakta terkini insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025.  (Dok. Instagram.com/@warungjurnalis)
Menyoroti fakta terkini insiden kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025. (Dok. Instagram.com/@warungjurnalis)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kebakaran besar yang melahap Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa siang (9/12/2025), memicu kepanikan publik setelah asap hitam terlihat membubung dari lantai atas gedung. Unggahan di Instagram @warungjurnalis menunjukkan kepulan asap pekat serta sejumlah orang yang tampak terjebak di dalam gedung.

Gedung yang terbakar berada di Jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakpus. Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menyatakan hingga Selasa sore sudah ada 17 korban meninggal dunia.

“Baru berhasil dievakuasi 17 korban meninggal,” ujarnya.

Baca Juga: Belum Pulih dari Banjir, Sumut Diprediksi Kembali Diguyur Hujan Ekstrem

Petugas memperkirakan jumlah korban masih dapat bertambah karena proses penyisiran belum selesai.

Kebakaran dilaporkan terjadi pukul 12.46 WIB dan empat menit kemudian petugas mulai melakukan pemadaman. Dugaan awal menyebut kebakaran dipicu korsleting listrik yang memicu ledakan keras dari lantai 1.

Sekitar 15 pegawai sempat terjebak di lantai atas sebelum akhirnya berhasil dievakuasi setelah petugas berjibaku lebih dari satu jam. Dimitri, salah satu karyawan, mengatakan sebelum api muncul sempat terdengar suara ledakan kuat yang diduga berasal dari baterai drone di lantai 1.

“Tak lama setelah ledakan, api cepat menjalar dan asap tebal langsung memenuhi lantai dua dan tiga,” kata Dimitri.

Baca Juga: Kinerja Tak Membaik, Bea Cukai Bisa Dibekukan Total Menurut Purbaya

Ia menuturkan para pegawai yang terperangkap di lantai 5 panik dan berlari menuju atap gedung untuk menyelamatkan diri.

“Saya sedang di lantai 5, sumber kebakaran kemungkinan dari baterai yang meledak di lantai 1,” ujarnya.

“Asap di lantai 2 dan 3 sudah banyak, kita langsung lari ke rooftop," sambungnya. 

Petugas pemadam menggunakan tangga darurat untuk mengevakuasi korban satu per satu dari atap gedung di tengah asap tebal. Para korban yang kelelahan langsung mendapatkan pertolongan medis, beberapa mengalami sesak napas akibat asap.

Hingga kini, petugas belum dapat memastikan total korban karena penyisiran di dalam gedung masih terus dilakukan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X