Pasang Air Laut Naik Cepat, Pemerintah Kota Pontianak Disorot Soal Penanganan Banjir Rob Tahunan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 8 Desember 2025 | 16:48 WIB
Kondisi saat banjir rob di jl. Tanjungpura, Kota Pontianak (Dok. Judirho)
Kondisi saat banjir rob di jl. Tanjungpura, Kota Pontianak (Dok. Judirho)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Banjir rob kembali melanda Kota Pontianak pada Senin pagi (8/12/2025), setelah puncak pasang air laut mencapai level yang lebih tinggi dari biasanya. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Pontianak mencatat lonjakan tinggi muka air cukup signifikan hingga menyebabkan sejumlah titik kawasan kota terendam.

Kepala BMKG Maritim Pontianak, Raden Eko Sarjono, mengatakan bahwa periode pasang maksimum diperkirakan berlangsung pada 8–10 Desember 2025.

“Ketinggian puncaknya berada di sekitar 1,8 meter dan biasanya terjadi antara pukul 09.00 sampai 11.00 WIB,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Respons Banjir Aceh Tamiang, BNPB Jelaskan Prosedur Penanganan Awal

Dari pemantauan yang dilakukan Senin pagi, ketinggian air bahkan sempat mencapai 300 sentimeter pada pukul 09.45 WIB, memicu genangan di banyak titik.

Warga yang berada di lokasi banjir juga merasakan langsung cepatnya perubahan kondisi tersebut. Siti Rohinah, mengaku banjir datang jauh lebih cepat dari yang mereka perkiraan.

“Sekitar jam enam pagi air sudah mulai naik, tapi belum terlalu tinggi. Begitu masuk jam sembilan, tiba-tiba sudah selutut. Kami langsung angkat barang-barang penting supaya tidak hanyut,” ceritanya.

Sementara itu Pemerintah Kota Pontianak turut bergerak cepat merespons situasi di lapangan. Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, menyampaikan bahwa sejumlah warga harus dievakuasi sementara akibat masuknya air ke permukiman.

“Enam warga kami tempatkan di dekat Puskesmas Pontianak Barat, dan 15 orang lainnya mengungsi di Masjid Al Amin,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, bantuan logistik sudah mulai dibagikan sejak akhir pekan. Edi menegaskan bahwa pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

“Kami sudah menyalurkan makanan untuk kebutuhan tiga sampai lima hari. Pemerintah hadir agar penanganan berjalan dengan layak,” katanya.

Baca Juga: 916 Tewas, 845 Ribu Mengungsi: Bencana Sumatera Catat Rekor Kelam

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saluran air agar genangan cepat surut.

“Parit dan drainase harus benar-benar bersih supaya aliran air bisa lancar,” ujarnya.

Dalam kondisi cuaca yang masih berubah-ubah, Edi kembali mengimbau warga tetap berhati-hati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X