Agus juga mengingatkan bahwa penolakannya terhadap Whoosh berisiko pada pemecatan Jonan sebagai Menteri Perhubungan saat itu.
Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, juga pernah menyinggung pemecatan Ignasius Jonan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.
“Whoosh ini dibuat tahun 2015 semula, Pak Jokowi baru enam bulan jadi Presiden, semula dengan Jepang dan G-to-G atau Government to Government, waktu itu angka 6,2 miliar dolar Amerika,” ucap Mahfud.
“Sudah oke antarpemerintah, tiba-tiba ada usul perubahan dari Pemerintah Indonesia, turun angkanya menjadi 5,5 miliar tapi bunganya naik jadi dua persen dari 0,1 persen. Itu keanehan sendiri,” jelasnya.
Baca Juga: Aset Mewah Harvey Moeis Siap Dilelang Negara, Total Capai Ratusan Miliar
Rencana tersebut, kata Mahfud, mendapat tentangan dari Ignasius Jonan yang kemudian diberhentikan oleh Jokowi dari jabatannya sebagai Menteri Perhubungan.
“Pak Jonan tidak setuju, lalu diberhentikan. Apakah itu salah? Tidak. Itu hak prerogatif presiden, lalu ganti menteri dan jalan proyek itu,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Proyek Whoosh Rp116 Triliun, Mahfud MD Pertanyakan Logika dan Transparansinya
Setelah Jokowi, Kini Prabowo Harus Bereskan Utang Raksasa Whoosh
Megawati Sudah Ingatkan Sejak Awal: Jangan Jadikan Whoosh Proyek Gengsi!
IKN Disebut Mirip Proyek Whoosh, Pengamat: Janji Investasi Semua Nol
Polemik Whoosh Kembali Mencuat, Hasto Ingatkan Pemerintah: Proyek Harus Berdasar Kebutuhan Rakyat
IKN dan Whoosh: Dua Warisan Jokowi yang Kini Diguncang Pemerintah Baru