Rainbow Slide Ketapang Ambruk, Tambah Daftar Kelam Wahana Anak yang Rawan Kecelakaan

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:25 WIB
Menyoroti kasus robohnya wahana permainan Rainbow Slide di Ketapang, Kalimantan Barat yang bikin heboh warganet di media sosial.  (Dok. X.com/B3doel)
Menyoroti kasus robohnya wahana permainan Rainbow Slide di Ketapang, Kalimantan Barat yang bikin heboh warganet di media sosial. (Dok. X.com/B3doel)

PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG -- Malam yang semula penuh tawa di pasar malam Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendadak berubah mencekam. Wahana perosotan pelangi atau Rainbow Slide tiba-tiba ambruk saat dipadati pengunjung pada Sabtu, (18/10/2025) malam.

Dalam hitungan detik, kegembiraan berubah menjadi kepanikan. Video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan rangka logam wahana melengkung lalu patah di bagian tengah, menarik seluruh struktur hingga roboh. Lampu warna-warni berganti dengan sorotan cahaya darurat ketika petugas bergegas mengevakuasi korban luka.

Baca Juga: Janji Manis Menkeu vs Fakta Pahit Pengangguran Gen Z, Siapa yang Salah Hitung?

Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, menyebutkan sejumlah warga mengalami luka ringan dan segera dibawa ke Puskesmas Air Upas untuk mendapat perawatan. Polisi pun langsung menutup seluruh wahana di lokasi hingga penyelidikan tuntas.

“Kami telah mengamankan lokasi kejadian, memanggil penanggung jawab wahana, serta memeriksa sejumlah saksi,” ujar Harris di Ketapang, Minggu, (19/10/2025). 

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan di wahana permainan anak yang terus berulang di berbagai daerah. Minimnya pengawasan teknis dan lemahnya standar keselamatan membuat pengelola kerap mengabaikan faktor keamanan demi keuntungan sesaat.

Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya tiga insiden besar terjadi di berbagai daerah dengan pola yang serupa. Pada Januari 2024, wahana di Asia Eropa Park, Tulungagung, roboh diterjang angin karena konstruksi ringan yang tidak tahan tekanan. Disusul insiden di Banyuwangi pada Desember 2023, ketika wahana anak ambruk dan melukai tiga orang di tengah libur Natal.

Baca Juga: Tragedi Timothy Anugerah, Luka di Balik Dunia Kampus yang Masih Buta Hati

Kasus serupa juga menimpa wahana ontang-anting di Semarang pada Juni 2022, yang menyebabkan anak berusia 10 tahun terluka akibat kegagalan struktur besi penyangga.

Deretan insiden tersebut menunjukkan lemahnya sistem pengawasan keselamatan wahana di Indonesia. Izin operasional kerap diberikan tanpa audit teknis menyeluruh, sementara sanksi bagi pengelola yang lalai masih sebatas administratif tanpa tindak lanjut perbaikan.

Peristiwa di Ketapang menjadi pengingat bahwa keselamatan pengunjung seharusnya menjadi prioritas utama. Wahana hiburan rakyat tidak boleh lagi menjadi ancaman tersembunyi di balik gemerlap lampu dan tawa pengunjung.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X