Janji Manis Menkeu vs Fakta Pahit Pengangguran Gen Z, Siapa yang Salah Hitung?

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:16 WIB
Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemulihan ekonomi RI di Desember 2025 hingga bikin warga mudah cari kerja.  (Dok. Kemenkeu)
Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemulihan ekonomi RI di Desember 2025 hingga bikin warga mudah cari kerja. (Dok. Kemenkeu)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia akan pulih lebih cepat pada akhir 2025. Ia menyebut tanda-tanda pemulihan mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

“Ekonominya memang mulai bergeliat,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu, (18/10/2025).

“Dirut PLN kemarin menyampaikan bahwa di banyak tempat orang sudah mulai minta sambungan listrik baru, itu artinya aktivitas ekonomi mulai bergerak,” imbuhnya.

Menurut Purbaya, efek pertumbuhan ekonomi biasanya pertama kali dirasakan oleh kelas menengah karena mereka memiliki daya beli dan akses pembiayaan yang lebih kuat. Ia menilai, kelompok inilah yang lebih cepat menikmati manfaat dari ekspansi usaha dan peningkatan upah di sektor formal.

Namun, di balik optimisme itu, angka pengangguran di kalangan generasi muda atau Gen Z masih tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka untuk usia 15–24 tahun mencapai 16,16 persen pada Februari 2025. Artinya, dari setiap 100 anak muda yang aktif di pasar kerja, sekitar 16 di antaranya belum memiliki pekerjaan.

Sementara itu, Menkeu Purbaya tengah menyiapkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,5 persen pada kuartal IV tahun ini. Meski demikian, sebagian besar generasi muda masih kesulitan menembus pasar kerja yang semakin kompetitif.

Ekonom Vivi Alatas dari Aliansi Ekonom Indonesia menyebut, pengangguran muda di Indonesia sudah stagnan di atas 15 persen selama hampir satu dekade.

“Lebih dari 25 persen anak muda kita tidak produktif karena tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa 80 persen lapangan kerja baru di Indonesia masih berasal dari sektor informal dan berbasis rumah tangga, dengan upah rendah dan tanpa jaminan sosial.

Data Trading Economics mencatat, tingkat pengangguran Indonesia pada Maret 2025 berada di angka 4,76 persen, atau setara dengan lebih dari 7 juta orang. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di kawasan ASEAN.

Meski pemerintah yakin pemulihan ekonomi akan terasa pada akhir tahun, realitas di lapangan menunjukkan generasi muda masih menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan stabil.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X