Menurutnya, publik tetap berhak tahu apakah bailout BCA kala itu benar-benar ditujukan untuk menyelamatkan sistem perbankan nasional, atau justru hanya melindungi kepentingan segelintir konglomerat.
Baca Juga: Ekspor Indonesia ke AS Melonjak, Sawit hingga Karet Kini Bebas Tarif, Begini Kata Airlangga Hartarto
Meski fundamental BCA saat ini masih kuat dengan laba bersih yang tumbuh dua digit, Fauzan menilai sentimen pasar menunjukkan tanda-tanda kerentanan.
Saham BBCA sempat tertekan akibat aksi jual investor asing yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
“BCA memang bank sejuta umat. Tapi dengan tekanan pasar yang terjadi sekarang, saya melihat BCA sedang berada di titik kritis,” pungkasnya. ***