Suku Bunga BI Tetap Tinggi, Apa Dampaknya Buat Cicilan Paylater dan Rencana KPR Kamu?

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Kamis, 28 Mei 2026 | 12:05 WIB
Di tengah era suku bunga tinggi ini, strategi finansial paling aman adalah tiarap dari segala jenis utang baru yang bunganya tidak tetap (floating rate). (Pexels @Nataliya Vaitkevich)
Di tengah era suku bunga tinggi ini, strategi finansial paling aman adalah tiarap dari segala jenis utang baru yang bunganya tidak tetap (floating rate). (Pexels @Nataliya Vaitkevich)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kalau kamu harian suka memantau berita atau media sosial ekonomi, belakangan ini pasti sering melihat headline tentang Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk menahan atau menaikkan suku bunga acuan mereka di level yang cukup tinggi.

Bagi sebagian Gen Z, berita kayak gini mungkin dianggap angin lalu karena kesannya "urusan orang tua di Jakarta".

Baca Juga: Panduan Lengkap Daftar Bima Mobile Bank Jateng, Simak Cara Aktivasi dan Login

Padahal kenyataannya, kebijakan suku bunga BI ini punya efek domino yang langsung berdampak ke dompet dan gaya hidup kamu sehari-hari, lho.

Lalu, apa saja sih dampak nyata suku bunga tinggi ini buat kehidupan anak muda? Yuk, kita bedah:

1. Cicilan FinTech & Paylater Berpotensi Naik

Ketika suku bunga BI naik atau bertahan tinggi, biaya modal bagi perusahaan perbankan dan aplikasi fintech otomatis ikut naik.

Efeknya, bunga pinjaman online atau fitur paylater yang sering kamu pakai buat belanja kemungkinan besar bakal disesuaikan jadi lebih mahal.

Jadi, kurangi belanja pakai utang digital dari sekarang!

2. Mimpi KPR Rumah Jadi Makin Menantang

Buat kamu yang berencana pengen ambil rumah lewat jalur KPR dalam waktu dekat, suku bunga tinggi berarti bunga cicilan properti dari bank juga bakal ikut melambung.

Cicilan bulanan rumah bisa terasa lebih berat, atau jangka waktu (tenor) cicilannya terpaksa jadi lebih panjang.

3. Sisi Positif! Saatnya Nabung di Reksa Dana Pasar Uang!

Tapi tenang, kebijakan ini gak melulu bawa berita buruk kok.

Suku bunga tinggi justru jadi angin segar buat kamu yang suka menabung dan berinvestasi dengan risiko rendah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X