Generasi Sandwich Lokal, Cara Bantu Keuangan Orang Tua Tanpa Mengorbankan Tabungan Sendiri

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05 WIB
Generasi Sandwich kondisi di mana kamu seperti kejepit di tengah-tengah, persis seperti roti sandwich. (Pexels @Caio Niceas)
Generasi Sandwich kondisi di mana kamu seperti kejepit di tengah-tengah, persis seperti roti sandwich. (Pexels @Caio Niceas)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Istilah Generasi Sandwich mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Kondisi di mana kamu harus menghidupi diri sendiri, sekaligus menjadi tulang punggung untuk membantu keuangan orang tua di atas, dan mungkin adik-adikmu di bawah.

Baca Juga: Mengenal Istilah 'Dividen Hunter' TRik dan Cara Dapat Duit Pasif dari Saham Raksasa RI

Rasanya kayak kejepit di tengah-tengah, persis seperti roti sandwich.

Bagi Gen Z yang baru meniti karier dengan penghasilan yang masih merangkak naik, posisi ini sering kali memicu stres berat dan rasa bersalah (guilt).

Di satu sisi kamu ingin berbakti dan membantu keluarga, tapi di sisi lain kamu takut tidak punya tabungan dan investasi untuk masa depanmu sendiri.

Baca Juga: Mimpi Punya Rumah Umur 30 Tahun? Ini Strategi Racik Portofolio Reksa Dana dari Sekarang

Biar kamu gak lelah mental dan finansial, ini cara taktis mengatur keuangan sebagai generasi sandwich lokal yang bijak:

1. Buka Komunikasi yang Jujur dengan Keluarga

Banyak anak muda memilih diam dan mengiyakan semua permintaan dana dari keluarga karena rasa sungkan.

Mulailah berbicara jujur dengan orang tua mengenai batas kemampuan finansialmu saat ini.

Beri tahu mereka berapa nominal pasti yang bisa kamu alokasikan setiap bulannya tanpa mengganggu kebutuhan pokokmu.

2. Terapkan Skala Prioritas Berbantuan Pos Digital

Kelompokkan bantuan keuangan untuk orang tua ke dalam pos yang jelas, misalnya khusus untuk biaya listrik, belanja dapur utama, atau iuran kesehatan (BPJS).

Hindari memberikan uang tunai secara bebas jika anggota keluarga masih memiliki sifat konsumtif yang tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X