PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- "Beli sekarang, bayar bulan depan."
Kalimat sakti dari fitur Paylater ini pasti sering banget muncul di layar HP kamu saat mau transaksi digital.
Baca Juga: Mengenal SBN Ritel: Cara Gen Z Pinjamkan Duit ke Negara dan Dapat Cuan Pasti Tiap Bulan
Bagi Gen Z yang kepentok dana pas gajian belum turun, fitur cicilan instan ini rasanya kayak dewa penolong yang bisa memuaskan keinginan kita secara instan.
Namun, kalau tidak dipakai dengan bijak, Paylater bisa berubah jadi 'Jebakan Batman' yang bakal menjerat kamu ke dalam lingkaran utang tanpa akhir.
Bunganya yang terlihat kecil per hari, kalau akumulatif dalam sebulan, ternyata bisa bikin dahi mengkerut.
Belum lagi kalau kamu telat bayar, denda harian bakal menumpuk dan skor kredit kamu di BI Checking (SLIK OJK) bisa auto-merah, yang bikin kamu susah ambil KPR rumah di masa depan.
Baca Juga: Jangan Asal Ikut Tren! Ini Bedanya Investasi Saham, Reksa Dana, dan Crypto buat Pemula
Biar kamu gak kejebak, ini aturan main aman kalau terpaksa pakai Paylater:
1. Hanya Gunakan untuk Kebutuhan Mendesak
Paylater itu utang, bukan uang gratis.
Gunakan fitur ini hanya saat kondisi darurat, misalnya HP utama yang kamu pakai buat kerja/kuliah mendadak rusak total, atau buat beli tiket transportasi pulang kampung yang mendesak.
Jangan pernah pakai Paylater cuma demi beli tiket konser, baju thrifting lelong, atau sekadar gengsi nongkrong [cnbcindonesia.com].
2. Batasi Total Cicilan Maksimal 10 Persen dari Pendapatan
Jika gaji atau uang bulanan kamu Rp3.000.000, maka total seluruh cicilan Paylater kamu dalam sebulan tidak boleh lebih dari Rp300.000.
Artikel Terkait
Lebih Cuan Mana, Nabung Emas Digital di Aplikasi atau Beli Emas Batangan Fisik di Toko?
blu BCA Digital Hadirkan Promo bluFlashDeal, Bunga bluDeposit Capai 4,75 Persen
Artis Lisa A. Riyanto Bagikan 'Resep' Harmonis Keluarga di Tengah Gempuran AI
Mimpi Punya Rumah Umur 30 Tahun? Ini Strategi Racik Portofolio Reksa Dana dari Sekarang
Mengenal Istilah 'Dividen Hunter' TRik dan Cara Dapat Duit Pasif dari Saham Raksasa RI
Lahan di Kubu Raya Makin Melejit, Mending Nabung Beli Tanah Kavling atau Saham Properti?