Pontianak Rayakan Hari Jadi ke-252 Tahun, Begini Sejarah Berdirinya Kota yang Dijuluki Kota Khatulistiwa Itu

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Senin, 23 Oktober 2023 | 12:04 WIB
Kota Pontianak terkenal dengan sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di indonesia. (Pixabay/darwisalwan)
Kota Pontianak terkenal dengan sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di indonesia. (Pixabay/darwisalwan)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Pada tanggal 24 Rajab 1181 Hijriah, yang bersamaan dengan tanggal 23 Oktober 1771 Masehi, sekelompok orang di bawah kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadrie memulai pembukaan hutan di persimpangan tiga sungai, yaitu Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas.

Mereka mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal, dan tempat tersebut diberi nama Pontianak.

Baca Juga: Moeldoko Mendorong Percepatan Riset Kratom untuk Maksimalkan Potensi Ekonomi

Dalam kepemimpinan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Kota Pontianak berkembang menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan yang penting.

Pada tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pertama.

Baca Juga: 7 Hal Menarik Mengenai Daun Kratom yang Tidak Banyak Diketahui

Tanda pusat pemerintahan ditandai dengan pembangunan Masjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah, yang saat ini berada di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

Beberapa sultan yang pernah memerintah di Kesultanan Pontianak adalah sebagai berikut:

  • Syarif Abdurrahman Alkadrie, memerintah dari tahun 1771 hingga 1808.
  • Syarif Kasim Alkadrie, memerintah dari tahun 1808 hingga 1819.
  • Syarif Osman Alkadrie, memerintah dari tahun 1819 hingga 1855.
  • Syarif Hamid Alkadrie, memerintah dari tahun 1855 hingga 1872.
  • Syarif Yusuf Alkadrie, memerintah dari tahun 1872 hingga 1895.
  • Syarif Muhammad Alkadrie, memerintah dari tahun 1895 hingga 1944.
  • Syarif Thaha Alkadrie, memerintah dari tahun 1944 hingga 1945.
  • Syarif Hamid Alkadrie, memerintah pada tahun 1945 hingga 1950.

 

Sejarah Pemerintahan Kota

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang membuka kota ini pada tanggal 23 Oktober 1771.

Baca Juga: Kemendag RI dan Badan Karantina Tak Sependapat Ekspor Kratom, Ini Alasan Mengapa Indonesia Larang Ekspor

Pada tahun 1192 Hijriah, Syarif Abdurrahman Alkadrie dinobatkan sebagai Sultan Kerajaan Pontianak.

Dua tahun setelah dinobatkan, dominasi kolonialis Belanda dimulai, ketika utusan Belanda dari Batavia, WILLEM ARDINPOLA, tiba di Pontianak pada tahun 1778.

Pemerintah Kolonial Belanda memulai aktivitasnya dengan menempatkan personelnya di daerah Verkendepaal (Tanah Seribu), yang berada di seberang Keraton Pontianak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: pontianak.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X