Pimpinan Plaatselijk Fonds terdiri dari Voorziter (Ketua), Beheerder Staadfonds (Pimpinan selain Voorzter), serta Sekretaris.
Behercomisie membantu dalam pengawasan Plaatselijk Fonds, dan setelah pendaratan Jepang, aktivitasnya hampir terhenti, kecuali dalam hal kebersihan.
Setelah pasukan sipil Jepang tiba dan ada Kenkarikan (mirip dengan Asisten Resident) Jepang, Plaatselijk Fonds dihidupkan kembali dengan nama SHINTJO di bawah kepemimpinan Muhammad Abdurrahman.
Selanjutnya, kota ini mengalami serangkaian perubahan dalam bentuk pemerintahannya:
- Stadsgemeente (Lamdschaap Gemeente): Berdasarkan keputusan Pemerintah Kerajaan Pontianak pada tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1940 PK, dengan Syahkota pertama R. SOEPARDAN. Pada tanggal 1 Oktober 1946, terjadi serah terima harta benda dan keuangan dari Staats Fonds yang dipimpin oleh MUHAMMAD ABDURRACHMAN. Masa jabatan Syahkota R. SOEPARDAN berlangsung dari 1 Oktober 1946 hingga awal tahun 1948. Selanjutnya, berdasarkan keputusan Pemerintah Kerajaan Pontianak, ADS. HIDAYAT diangkat sebagai BURGERMESTER Pontianak hingga tahun 1950.
- Kota Besar Pontianak: Sebagai pengganti NY. ROHANA MUTHALIB, SOEMARTOYO diangkat oleh Pemerintah sebagai Walikota Besar Pontianak. Hal ini terkait dengan peralihan kekuasaan Swapraja Pontianak kepada Bupati/Kabupaten Pontianak yang tidak termasuk dalam struktur pemerintahan kota besar ini. Kota Besar Pontianak memiliki status otonom.
- Pemerintah Daerah Kota Praja Pontianak: Seiring dengan perkembangan Tata Pemerintahan dan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953, bentuk Pemerintahan LANDSCHAP GEMEENTE ditingkatkan menjadi KOTA PRAJA Pontianak. Pada masa ini, urusan pemerintahan terdiri dari Urusan Pemerintahan Umum dan Urusan Pemerintahan Daerah (Otonomi Daerah).
- Pemerintah Kota Pontianak: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah di Daerah yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, sebutan untuk Pemerintah Tingkat 11 Pontianak diubah menjadi Pemerintah Kota Pontianak. Nama-nama Kepala Wilayah yang pernah memerintah di Kota Pontianak adalah sebagai berikut:
- Soepardan sebagai Syahkota Pontianak pada tahun 1947-1948.
- Hidayat sebagai Burgemester Pontianak pada tahun 1948-1950.
- Rohana Muthalib sebagai Burgemester Pontianak pada tahun 1950-1953.
- Soemartoyo sebagai Kotapraja pada tahun 1953-1957.
- Muis Amin sebagai Kotapraja pada tahun 1957-1967.
- Siswoyo sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak pada tahun 1967-1973.
- Muhammad Barir, SH sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak pada tahun 1973-1978.
- B. Hisny Halir sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak pada tahun 1978-1983.
- A. Majid Hasan sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak pada tahun 1983-1993.
- A. Siregar, S.Sos sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak pada tahun 1993-1999.
- H. Buchary A sebagai Wali Kota Pontianak dari tahun 1999-2009.
- Sutarmidji, SH, M.Hum sebagai Wali Kota Pontianak dari tahun 2009-2018.
- H. Edi Rusdi Kamtono, MM., MT saat ini menjabat sebagai Wali Kota Pontianak sejak tahun 2018 hingga saat ini (2023). ***
Artikel Terkait
Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak ke-252, Yanieta Arbiastutie Sebut Akan Dimeriahkan Jepin Massal dan Hadiah
21 Contoh Ucapan Selamat Memperingati Hari Jadi Kota Pontianak ke-252 pada 23 Oktober 2023!
Twibbon Hari Jadi Kota Pontianak ke-252: Sukseskan Perayaan Hari Jadi Kota Pontianak pada 23 Oktober 2023
Karnaval Budaya Anak Meriahkan Peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ke-252 pada 23 Oktober 2023
Perayaan Hari Jadi ke-252 Kota Pontianak Difokuskan di Jalan Sidas
Rayakan Hari Jadi Pontianak: Festival Film Pelajar Ke-IV Kota Pontianak Tahun 2023 Sudah Siap Digelar
Rayakan Hari Jadi Kota Pontianak ke-252, Anak-anak PAUD Pun Pakai Pakaian Tradisional