Berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, skandal ini menimbulkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp300.003.263.938.131 atau sekitar Rp300 triliun, yang berasal dari berbagai pelanggaran, antara lain:
- Kerja sama penyewaan alat pemrosesan logam timah yang tidak sesuai ketentuan: Rp2,284 triliun
- Pembayaran bijih timah dari tambang ilegal: Rp26,648 triliun
- Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal: Rp271,069 triliun
Baca Juga: Pertamina Bantah Isu Pertamax Oplosan, Pastikan BBM di SPBU Sesuai Aturan
Perbandingan Skandal Pertamina dan PT Timah
Jika dibandingkan, skandal PT Timah menyebabkan kerugian yang lebih besar dibandingkan Pertamina, terutama karena dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh praktik pertambangan ilegal.
Namun, kedua kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan dalam tata kelola sumber daya alam di Indonesia serta dampaknya yang sangat merugikan perekonomian negara.
Bagaimana perkembangan terbaru dari dua kasus mega korupsi ini? Simak terus laporan kami untuk informasi lebih lanjut. ***
Artikel Terkait
Langkah Mengejutkan Ahok: Mundur dari Pertamina demi Dukung Ganjar-Mahfud
Erick Thohir: Meskipun Harga Minyak Naik, Pertamina Tetap Tak Naikkan Harga BBM
Simon Aloysius Mantiri Gantikan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina
Pertamina Antisipasi Lonjakan Kebutuhan LPG 3 Kg di Kalimantan Barat Jelang Akhir Tahun, Begini Strateginya
Skandal Korupsi Minyak Rp193 Triliun, Dirut Pertamina Jadi Tersangka, Ditjen Migas ESDM Digeledah
Pertamina Bantah Isu Pertamax Oplosan, Pastikan BBM di SPBU Sesuai Aturan