“Terus pas mau dikejar, keburu lari. Tebak, itu jadi titik kebakaran hutan juga dari sore sampai detik ini dan sekarang nonstop lagi pemadam lewat di depan rumah,” sambungnya.
Informasi tersebut merupakan dugaan yang disampaikan warga dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab karhutla.
Pemilik akun juga menyebut adanya sekitar 150 titik api yang disebut menjadi bagian dari kondisi kebakaran di wilayah tersebut.
Ia menyoroti kondisi warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan harus menghadapi dampak kabut asap.
“Buat orang yang tinggal di sini, ini bukan sekadar kebakaran hutan. Rumah mereka literally berada di dalam dan dikelilingi hutan,” tulisnya.
“Ketika hutan terbakar, mereka juga yang harus menghirup asapnya dan menghadapi dampaknya,” lanjutnya.
Karhutla di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dilaporkan terjadi sejak Jumat, 21 Agustus 2026.
Dampak kabut asap kemudian membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor mengarahkan sekolah untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara mulai Senin, 24 Agustus 2026.
Kondisi tersebut akan dipantau selama sekitar satu pekan untuk menentukan kelanjutan kegiatan pembelajaran.
Jika kabut asap belum mereda, pembelajaran daring menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan.
Penanganan karhutla juga dilakukan dengan melibatkan tim SAR.
Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, mengatakan sebanyak 32 personel disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Sebanyak 32 personel SAR disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla, ada personel yang bertugas secara mobile dan ada yang standby on call,” ujar Kundori kepada awak media pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Para personel tersebut kemudian dibagi menjadi dua tim untuk mendukung proses penanganan karhutla di wilayah Biak Numfor. ***
Artikel Terkait
Idealisme Saja Tak Cukup, Pers Juga Butuh Bisnis yang Sehat
Jejak Kasus Dugaan Penipuan Ruben Onsu hingga Jadi Tersangka
Seniman Ketoprak Bantul Sarjiyono alias Mbetut Meninggal Dunia Usai Ambruk di Panggung
Siswa SMP di Jambi Meninggal Usai Duel, Polisi Amankan Pelajar 13 Tahun
Kebakaran Hanguskan 129 Rumah di Kampung Adat Sade Lombok, 320 Warga Terdampak
Karhutla Datang, Jangan Jadikan Peladang Menantang