Kabut Asap Selimuti Biak Numfor, Sekolah Diliburkan Sementara

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Warga keluhkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua.  (TikTok/sickmundfreud)
Warga keluhkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua. (TikTok/sickmundfreud)

PONTIANAKGLOBE.COM, PAPUA -- Warga Kabupaten Biak Numfor, Papua, mulai mengeluhkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian di media sosial setelah akun TikTok @sickmundfreud membagikan video yang memperlihatkan pekatnya kabut asap di Biak Numfor.

Baca Juga: Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan

Dalam unggahannya, pemilik akun membandingkan kondisi wilayah tersebut pada Juni dan Agustus 2026. Perbedaan kondisi terlihat cukup mencolok, dari kawasan yang sebelumnya hijau dan cerah menjadi dipenuhi asap akibat kebakaran.

“Pagi ini gue bangun dan langsung dapat banyak update teman-teman di Biak-Papua dan di beberapa titik, asap masih tebal dengan visibility masih sangat rendah,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah pada Senin, 24 Agustus 2026.

Hutan Hijau Berubah Dipenuhi Asap

Dalam video tersebut, pemilik akun memperlihatkan kondisi hutan di sisi kanan dan kiri jalan pada Juni 2026.

Saat itu, kawasan tersebut masih terlihat hijau dengan pepohonan yang rimbun dan langit cerah.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada Agustus 2026. Sejumlah kawasan mulai terdampak kebakaran dan dipenuhi kabut asap.

Bahkan, beberapa titik api masih terlihat menyala di area vegetasi yang berada di pinggir jalan.

Kebakaran Diduga Berawal dari Pembakaran

Dalam unggahan lainnya, pemilik akun menyampaikan informasi mengenai dugaan pembakaran lahan yang kemudian memicu kebakaran.

Baca Juga: KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Penerimaan Maba Unsoed, Rektor Jadi Tersangka

Ia mengaku mendapat cerita dari seorang warga mengenai seseorang yang diduga membakar kertas dan melemparkannya ke kawasan hutan.

“Tadi ada mama-mama mampir dan ngajak ngobrol gue dan cerita kalau kemarin pas dia mau pulang ke rumahnya di daerah pegunungan, ada tukang ojek lihat orang bakar kertas terus dilempar ke hutan,” tulisnya, dikutip pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Karhutla Datang, Jangan Jadikan Peladang Menantang

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:41 WIB
X