bisnis-market

Beda Nasib, Sritex Pailit Akibat Utang, PT Sanken Indonesia Tersendat karena Dukungan Induk Perusahaan

Jumat, 28 Februari 2025 | 20:35 WIB
Potret logo PT Sri Rejeki Isman, Sritex (kiri) dan para karyawan Sritex (kanan). (Dok. Sritex - Sanken Indonesia)

PT Sanken Indonesia: Terhambat oleh Perusahaan Induk

Berbeda dengan Sritex yang tumbang karena utang, PT Sanken Indonesia justru mengalami kendala dalam pengembangan produk akibat kebijakan perusahaan induknya di Jepang, Sanken Electric.

Baca Juga: Rekomendasi 10 HP dengan Kamera Terbaik Rp 2 Jutaan, Cocok untuk Fotografi!

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyebut ada tiga faktor utama yang menyebabkan PT Sanken Indonesia harus menutup pabriknya pada pertengahan tahun ini.

  1. Keputusan Perusahaan Induk di Jepang
    "Pada Februari 2024, Sanken Electric di Jepang telah memutuskan untuk menghentikan lini produksi PT Sanken Indonesia pada Juni 2025," kata Setia dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (22/2/2025).

  2. Minimnya Dukungan Teknologi dan Desain Baru
    Setia menjelaskan bahwa antara tahun 2017 hingga 2019, divisi power supply dan transformator milik Sanken Electric dijual kepada grup perusahaan lain di Jepang. Namun, kepemilikan PT Sanken Indonesia tidak ikut berpindah tangan, sehingga perusahaan tidak lagi mendapat dukungan teknologi maupun desain terbaru dari induknya.

    "Akibatnya, PT Sanken Indonesia tidak bisa melakukan inovasi pada produknya," ujarnya.

  3. Kesulitan Bersaing di Pasar
    Tanpa inovasi dan dukungan teknologi, PT Sanken Indonesia semakin sulit bersaing dengan produk-produk baru di industri elektronik. Setia juga mengungkapkan bahwa perusahaan mengalami kerugian terus-menerus.

    "Kerugian ini semakin diperparah karena Sanken Electric kini lebih fokus pada pengembangan produk semikonduktor, sementara produk PT Sanken Indonesia sudah tidak menjadi prioritas bisnis induknya," tandasnya.

Dengan dua nasib berbeda, Sritex dan Sanken Indonesia sama-sama menghadapi akhir operasionalnya, meski dengan alasan yang kontras.

Sritex tumbang karena utang, sementara Sanken terhenti akibat perubahan strategi bisnis perusahaan induknya di Jepang.

Halaman:

Tags

Terkini