Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, Kronologi Munculnya Titik Api hingga Dampaknya pada Suplai BBM

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 28 Februari 2025 | 20:19 WIB
Potret video amatir insiden kebakaran Kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah.  (X.com/@WHOODY)
Potret video amatir insiden kebakaran Kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. (X.com/@WHOODY)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Insiden kebakaran terjadi di Kilang Minyak PT Pertamina Internasional Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis, 27 Februari 2025, sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran yang melanda salah satu tangki penyimpanan di kilang tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Beruntung, api berhasil dipadamkan pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB, tanpa menimbulkan gangguan besar pada operasional kilang maupun pasokan BBM ke masyarakat.

Baca Juga: Kilas Balik Kejayaan Sritex: Raksasa Tekstil RI yang Kini Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan

Menyikapi insiden ini, General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, memastikan bahwa kejadian tersebut tidak berdampak signifikan terhadap suplai BBM.

"Kami mohon maaf atas insiden ini dan berharap masyarakat tetap tenang. Pasokan BBM tetap lancar karena kapasitas unit kilang tidak mengalami penurunan," ujar Wahyu dalam konferensi pers di Cilacap, Kamis (27/2/2025).

Wahyu menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam operasional kilang, sehingga distribusi BBM ke SPBU tetap berjalan normal.

"Tidak ada perubahan sama sekali karena unit-unit yang beroperasi tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada dampak signifikan pada kilang," tambahnya.

Menurut Wahyu, kebakaran terjadi di Tangki 38T 101, yang sudah tidak beroperasi alias dalam kondisi idle. Titik api muncul akibat sludge (lumpur minyak) yang terbakar di dalam tangki tersebut.

Baca Juga: Lenovo Yoga Slim 9i, Laptop Premium dengan Kamera Under-Display Pertama di Dunia, Ini Kelebihannya

"Asap yang terlihat berasal dari kebakaran sludge atau lumpur di dalam tangki. Lumpur ini sudah tidak beroperasi sehingga terjadi akumulasi material yang mudah terbakar," jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa tangki yang terbakar saat itu sedang dalam tahap pemeliharaan, termasuk proses pembersihan sludge.

"Tangki ini sedang dalam pemeliharaan, di mana sludge yang ada di dalamnya tengah dibersihkan. Namun, tiba-tiba muncul titik api," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kebakaran ini tidak berasal dari peralatan utama kilang yang sedang beroperasi, melainkan hanya dari tangki yang tidak aktif.

Dengan kondisi yang sudah terkendali, Wahyu memastikan bahwa operasional kilang tetap berjalan normal, dan masyarakat tidak perlu khawatir terkait suplai BBM. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X