Salah satu fokusnya adalah sistem anti-fraud dan analisis risiko, yang menggunakan big data dari berbagai sumber, termasuk data tidak terstruktur.
Baca Juga: BRI Gencarkan BRIGuna Digital, Sebagai Langkah BRI Menjawab Tantangan Pinjaman Online
Teknologi ini membantu mendeteksi penipuan, mengevaluasi risiko, serta mendukung pengembangan produk BRI.
AI juga diintegrasikan ke dalam layanan pintar di semua lini, mulai dari back office hingga front office.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil operasional secara menyeluruh.
Arga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penggunaan AI.
“AI memberikan banyak manfaat, tetapi kita harus tetap mengedepankan nilai dan tata kelola yang baik dalam penggunaannya agar tidak berdampak negatif,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif Ainur Rahmatin, Bersama BRI Berdayakan Perempuan Desa di Lamongan Lewat Olahan Telur Asin
Penerapan GCG Terbaik, BRI Diganjar Dua Penghargaan di IICD 2024
7 Penghargaan untuk BRI di Ajang Top 100 CEO 2024, Dirut Sunarso Jadi Top CEO
Top-Up Saldo BRIZZI Milik BRI Selama Natal dan Tahun Baru Kini Lebih Mudah, Ini Pilihan Kanalnya
BRI Salurkan KUR Rp175,66 Triliun kepada 3,7 Juta Debitur, Upaya Dorong UMKM Indonesia Semakin Bertumbuh
Dukung Ekosistem Digital UMKM, BRI Hadirkan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR. Begini Cara Mudah Daftar BRI Merchant