BRI Turunkan Rasio Kredit Bermasalah Jadi 2,90 Persen, 4 Strategi Diungkap Direktur Utama Sunarso

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 13 November 2024 | 09:35 WIB
Bank BRI sangat konsen membantu UMKM untuk berkembang. Di sisi lain BRI juga ternyata berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90 persen per September 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Bank BRI sangat konsen membantu UMKM untuk berkembang. Di sisi lain BRI juga ternyata berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90 persen per September 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90 persen per September 2024.

Pencapapain itu lebih baik dibandingkan dengan NPL tahun sebelumnya yang tercatat di angka 3,07 persen.

Baca Juga: Kini Tersedia Fitur Atur Limit di BRImo, Cara Efektif Kendalikan Pengeluaran Anda di Bank BRI

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa tingkat kelancaran debitur, yang sebelumnya mengalami penurunan atau downgrade, juga menunjukkan perbaikan.

Secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), jumlah kredit yang downgrade menjadi "kurang lancar" dan "macet" berkurang sekitar Rp750 miliar.

Sunarso menjelaskan beberapa strategi yang diterapkan BRI untuk meningkatkan kualitas aset dan menurunkan NPL.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan dengan pendekatan di tiga tahap: front end, mid end, dan back end.

Baca Juga: Marak Modus Tagihan Pajak Berbentuk APK, BRI Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Penipuan Perbankan

1. Strategi di Front End

"Di bagian front end, kami fokus untuk tetap menumbuhkan kredit namun dengan selektivitas tinggi. Kami memperketat kriteria penerimaan risiko (risk acceptance) dan proses underwriting, sembari menerapkan prinsip-prinsip corporate governance yang lebih ketat," ungkap Sunarso dalam segmen Money Talks Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2024).

2. Strategi di Mid End

Di bagian mid end, BRI memastikan kualitas kredit yang sudah berada dalam neraca tetap terjaga.

Hal ini dilakukan dengan memperkuat monitoring, meningkatkan kesadaran terhadap risiko, serta melakukan stress testing secara periodik untuk memantau potensi gejolak dalam portofolio kredit.

3. Strategi di Back End

Untuk kredit bermasalah yang sudah tidak dapat diselamatkan, BRI akan melakukan restrukturisasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X